Nusantara

Topics Covered: Migran Center Polibatam Diharapkan Cetak Pekerja Migran Profesional

ekerja Migran Profesional Topics Covered - Selasa (9/6/2026), Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin secara resmi membuka Migran

Desk Nusantara
Published Juni 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Migran Center Polibatam Diharapkan Cetak Pekerja Migran Profesional

Topics Covered – Selasa (9/6/2026), Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin secara resmi membuka Migran Center di Politeknik Negeri Batam (Polibatam). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Direktur Polibatam Ir Bambang Hendrawan, Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Arniati, Ketua Senat Metta Santiputri, serta Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan Siti Noor Chayati. Hadir pula Konsul Jenderal RI untuk Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, dan seluruh civitas akademika Polibatam. Peresmian fasilitas ini bertujuan membangun ekosistem yang terpadu untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil yang siap dipasarkan ke luar negeri.

Peran Strategis Polibatam dalam Pendidikan Vokasi

Polibatam, sebagai institusi pendidikan vokasi, dianggap memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat internasional. Kementerian P2MI menilai keberadaan Migran Center merupakan langkah strategis untuk mendukung transformasi dari sektor domestik menuju sektor formal dan profesional. Dalam pidatonya, Menteri Mukhtarudin mengapresiasi keberhasilan Polibatam yang dinilai telah menghasilkan lulusan berkualitas melalui 25 program studi yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

“Saat ini, Indonesia tengah menghadapi bonus demografi yang menawarkan potensi besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor produktif. Sebaliknya, negara-negara besar di luar sana tengah mengalami tantangan akibat populasi usia tua, sehingga mereka sangat membutuhkan suplai tenaga kerja yang kompeten. Ini menjadi peluang strategis bagi kita untuk meningkatkan kualitas pekerja migran,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Migran Center diharapkan menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja global. Dengan adanya fasilitas ini, dijelaskan bahwa pola kerja migran Indonesia dapat diarahkan ke arah yang lebih terstruktur, legal, dan berdaya saing. Pemerintah, kata Mukhtarudin, ingin menciptakan sistem yang menggabungkan antara pelatihan vokasi, keterampilan bahasa, dan penyesuaian standar kerja internasional.

Menteri P2MI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri dalam memastikan pekerja migran Indonesia mampu bersaing di pasar global. “Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci utama dalam menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap berkiprah di luar negeri,” tegasnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program vokasi, sekaligus meningkatkan ketersediaan peluang kerja di sektor ekspor tenaga kerja.

Kehadiran Pekerja Migran Profesional untuk Pasar Global

Dalam era globalisasi, kebutuhan industri di berbagai sektor seperti manufaktur, teknologi informasi, logistik, dan transportasi semakin tinggi. Lulusan Polibatam, menurut Menteri Mukhtarudin, dianggap mampu memenuhi permintaan tersebut. “Kemampuan teknis para lulusan sangat menjanjikan, tetapi mereka juga perlu mengembangkan keterampilan komunikasi dan adaptasi di lingkungan kerja internasional,” tambahnya.

“Orang Indonesia itu kalau soal teknis hebat, tetapi begitu masuk ke urusan bahasa, ini yang menjadi kendala. Saya berharap Polibatam dapat memperkuat kurikulum bahasa asingnya agar lulusan lebih siap menghadapi tantangan pasar global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Jepang menjadi faktor krusial untuk memperluas akses ke pasar kerja luar negeri. “Teknologi semakin canggih, siswa kita tidak boleh hanya pintar secara teknis. Mereka harus menjadi para pemikir, memiliki ide, gagasan, dan kreativitas tinggi,” paparnya. Kebutuhan ini mendorong Polibatam untuk terus mengembangkan program pendidikan yang tidak hanya fokus pada keahlian teknis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan inovasi.

Dalam upaya meningkatkan daya saing pekerja migran, Kementerian P2MI berharap Migran Center bisa menjadi wadah pelatihan holistik. Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas lulusan dalam memenuhi standar kualifikasi kerja yang diterapkan di negara tujuan. “Harapan kita, talenta-talenta luar biasa dari Polibatam tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga menjadi talenta global yang mampu menembus berbagai sektor ekonomi,” tutup Menteri Mukhtarudin.

Sebagai langkah konkret, Migran Center di Polibatam akan menyediakan program pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan bahasa, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri di luar negeri. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses migrasi tenaga kerja Indonesia ke pasar global, sekaligus memastikan keberlanjutan pelatihan vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan pasar kerja. Dengan adanya pusat ini, dijelaskan bahwa para lulusan Polibatam akan lebih siap menghadapi tantangan di lingkungan kerja internasional.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan Polibatam Siti Noor Chayati menyampaikan bahwa institusi tersebut telah berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak. “Kami bekerja sama dengan Kementerian P2MI untuk memastikan program pelatihan kami selaras dengan kebutuhan industri dan pemenuhan kualifikasi kerja yang diakui di luar negeri,” katanya. Ia menambahkan, Polibatam terus mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan aspek teknis dengan penguasaan bahasa asing, serta memfasilitasi kerja sama dengan perusahaan internasional untuk melatih keterampilan spesifik.

Menurut data terkini, jumlah tenaga kerja migran Indonesia terus meningkat, dengan sektor manufaktur dan teknologi informasi menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Migran Center diharapkan bisa menjadi tempat pengembangan kompetensi yang komprehensif, sehingga lulusan Polibatam tidak hanya siap memenuhi permintaan pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional. “Kita perlu mengubah mindset lulusan agar tidak hanya terpaku pada pekerjaan domestik, tetapi juga siap berkiprah di lingkungan kerja yang lebih dinamis,” kata Siti Noor Chayati.

Dengan adanya Migran Center, dijelaskan bahwa Polibatam berkomitmen untuk menjadi salah satu institusi pendidikan vokasi yang paling unggul di Indonesia. “Kami ingin Polibatam menjadi model pengembangan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global,” tambahnya. Dukungan dari Kementerian P2MI diharapkan bisa memperkuat upaya ini, sekaligus menjadi batu loncatan bagi lulusan untuk

Leave a Comment