Nusantara

Topics Covered: Wali Kota Yogyakarta: Informasi Akurat Penting Agar Kebijakan Tepat

Wali Kota Yogyakarta: Informasi Akurat Penting Agar Kebijakan Tepat Topics Covered - Kota Yogyakarta, Beritasatu.com – Dalam kunjungan kerja ke kantor

Desk Nusantara
Published Juni 12, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Wali Kota Yogyakarta: Informasi Akurat Penting Agar Kebijakan Tepat

Topics Covered – Kota Yogyakarta, Beritasatu.com – Dalam kunjungan kerja ke kantor B-Universe di Tokyo Hub PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2026), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menggarisbawahi pentingnya data dan informasi yang valid dalam membentuk kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam merumuskan keputusan yang tepat sangat bergantung pada kualitas informasi yang digunakan. Dalam diskusi yang dihadiri oleh sejumlah stakeholder media, Hasto memaparkan bahwa akurasi dan keandalan informasi menjadi fondasi utama untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan kebijakan.

Menurut Hasto, saat ini masyarakat semakin terpapar berbagai sumber informasi, baik dari media tradisional maupun platform digital. Namun, ia menekankan bahwa media arus utama tetap memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang disampaikan dapat dipercaya. “Kami sangat memperhatikan kualitas informasi karena keputusan pemerintah bisa berdampak besar pada kehidupan masyarakat,” ujar Hasto. Ia menambahkan, dalam era di mana arus informasi terus meningkat, peran media harus tetap dijaga agar tidak tergantikan oleh data yang tidak tepat.

“Bagi kami, kebenaran data dan informasi itu menjadi kunci sukses dalam mengambil suatu kebijakan. Oleh karena itu, pentingnya kualitas media dan pentingnya media itu tetap harus akurat, terpercaya,” ujar Hasto.

Hasto juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh berita. Media sosial, yang kini menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, memiliki kemampuan memengaruhi opini publik dengan cepat. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya dibentuk oleh analisis data yang matang, tetapi juga oleh informasi yang menyebarkan pesan-pesannya melalui platform digital. “Sekarang banyak sekali media sosial yang sudah sangat berpengaruh terhadap kebijakan di publik,” kata Hasto.

Menurutnya, keberadaan media arus utama tetap penting dalam membedakan antara informasi yang benar dan yang tidak. “Media yang mengedepankan akurasi dan verifikasi dinilai mampu menjadi rujukan yang dapat dipercaya oleh publik maupun pengambil kebijakan,” tambahnya. Hasto mengemukakan bahwa masyarakat membutuhkan sumber daya informasi yang transparan agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum diverifikasi. Dengan memiliki dasar informasi yang kuat, ia yakin kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Itu agar media tidak sesat menyesatkan. Ini menjadi bagian yang penting. Oleh karenanya, saya percaya Beritasatu masih bisa menjaga berita yang akurat dan juga yang tepercaya dan kekinian,” ujar Hasto.

Dalam sesi diskusi, Hasto juga mengungkapkan risiko dari informasi yang tidak akurat. Ia menggunakan istilah “garbage in, garbage out” untuk menjelaskan bahwa data yang masuk ke sistem keputusan jika bermasalah, akan menghasilkan kebijakan yang tidak sesuai harapan. “Jika pemerintah mendapatkan informasi data yang menyesatkan, maka kebijakan yang diambil pun bisa keliru. Jadi kalau yang masuk sampah, tentu yang keluar juga sampah,” kata Hasto.

Hasto menilai bahwa pemerintah perlu berkolaborasi dengan media yang kredibel agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya efektif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam persaingan informasi yang semakin sengit, ia berharap media besar tetap menjaga standar jurnalistik yang tinggi. “Kami sangat mengapresiasi konsistensi Beritasatu dalam menyajikan berita yang jelas dan membantu masyarakat memahami kebijakan publik,” ujarnya.

“Inilah kami mendukung dan juga berharap kepada Beritasatu.com tetap akurat dan sukses,” ujar Hasto.

Ia menekankan bahwa kebijakan yang berkualitas harus didasari oleh data yang valid. Dalam hal ini, media arus utama seperti Beritasatu.com dianggap sebagai pelaku utama yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam memastikan informasi tidak disalahgunakan. Hasto juga mengingatkan bahwa dalam pengambilan kebijakan, keterlibatan masyarakat yang penuh dengan informasi yang benar akan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah. “Kualitas kebijakan sangat bergantung pada kualitas informasi yang diterima para pengambil keputusan,” tambahnya.

Dalam konteks kehidupan digital yang semakin mendominasi, Hasto mengungkapkan bahwa keberadaan media berita yang akurat menjadi semakin kritis. Ia berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi penjaga kebenaran dalam setiap pemberitaan. “Saya yakin Beritasatu bisa terus menjadi sumber informasi yang andal, karena kebenaran dan kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya.

Sebagai penutup, Hasto menegaskan bahwa kebijakan publik yang sukses harus diiringi oleh kegiatan jurnalistik yang kredibel. Ia berharap media besar terus berperan dalam memberikan panduan yang tepat kepada masyarakat, sehingga keputusan pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif. “Media arus utama seperti Beritasatu harus terus menjadi mitra dalam menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi semua pihak,” pungkas Hasto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News. Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu. Dapatkan podcast terkini dari Beritasatu Podcast. Relasi: No Trust, No Power, Kunci Hasto Wardoyo Pimpin Yogya. Relasi: Wali Kota Sabang Permudah Investasi dan Tak Minta Fee. Relasi: Haji Bolot Sakit Jantung, Istri: Alhamdullilah Sudah Stabil. Relasi: ESDM Ungkap Alasan Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter. Relasi: Amy Qanita Beri Pesan Menyentuh untuk Raffi Ahmad di Tengah Polemik Pembukaan Jakarta Fair Kemayoran 2026. Relasi: Rakor Peningkatan Kualitas MBG dan SPPG Terpencil. Relasi: Kemeriahan Meksiko menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Relasi: Pembahasan Pembenahan MBG. Relasi: Menguji DSI. Relasi: Menekan Underpricing. Relasi: Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional. Relasi: Negara yang Ikut Berkurban. Relasi: Membumikan “Opera” di Lintasan Khatulistiwa.

Leave a Comment