Sport

New Policy: Persija Gelar Tes Medis Lengkap, Cedera Jadi Sorotan Utama

Persija Jakarta Laksanakan Evaluasi Kesehatan Komprehensif Pra-Kompetisi New Policy - Klub sepak bola Persija Jakarta telah resmi memulai rangkaian persiapan

Desk Sport
Published Juli 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Persija Jakarta Laksanakan Evaluasi Kesehatan Komprehensif Pra-Kompetisi

New Policy – Klub sepak bola Persija Jakarta telah resmi memulai rangkaian persiapan untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Langkah pertama yang dilakukan adalah penyelenggaraan pre-competition medical assessment atau yang dikenal sebagai PCMA. Program pemeriksaan medis pra-kompetisi ini menjadi tahap krusial sebelum para pemain Macan Kemayoran memasuki fase latihan intensif. Seluruh anggota skuad wajib menjalani serangkaian tes kesehatan menyeluruh yang dilaksanakan di RS Premier Bintaro, Jakarta Selatan. Melalui New Policy ini, Persija ingin memastikan setiap pemain siap secara fisik maupun medis untuk menghadapi tantangan musim baru.

Standar Wajib dalam Sepak Bola Profesional

PCMA merupakan prosedur standar yang harus dipenuhi oleh setiap klub sepak bola profesional. Tujuan utama dari pemeriksaan ini adalah memastikan bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi fisik yang layak untuk bertanding. Selain itu, proses ini juga berfungsi untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan maupun potensi risiko cedera sejak dini. Dengan demikian, tim medis dapat mengambil langkah preventif yang tepat. New Policy yang diterapkan Persija kali ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kesejahteraan pemain.

Dokter tim Persija Jakarta, Muhammad Andeansah, menekankan bahwa keselamatan para pemain menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa fokus utama adalah memastikan keamanan setiap pemain sebelum mereka memasuki program latihan dan kompetisi. Pemeriksaan ini berfokus pada deteksi kondisi medis yang berpotensi membahayakan pemain, termasuk kesehatan secara umum, kelainan jantung, kondisi cedera, dan risiko cedera. Melalui New Policy ini, Persija ingin meminimalkan risiko cedera yang dapat mengganggu performa pemain.

“Tujuan utamanya adalah memastikan keamanan pemain sebelum memasuki program latihan dan kompetisi. Pemeriksaan ini berfokus pada deteksi kondisi medis yang berpotensi membahayakan pemain, termasuk kesehatan secara umum, kelainan jantung, kondisi cedera, dan risiko cedera,” ujar Andeansah kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Prosedur Pemeriksaan Mengacu Pedoman AFC

Pelaksanaan PCMA kali ini mengacu pada pedoman resmi yang dikeluarkan oleh konfederasi sepak bola Asia atau AFC. Seluruh pemain Persija harus menjalani serangkaian pemeriksaan yang komprehensif. Rangkaian tes tersebut meliputi riwayat kesehatan dan cedera sebelumnya, tes fisik menyeluruh, pemeriksaan laboratorium, elektrokardiogram atau EKG, hingga evaluasi kesehatan kardiovaskular secara detail. New Policy ini juga mencakup evaluasi lebih mendalam terhadap setiap pemain untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Selain pemeriksaan kardiovaskular, tim medis juga melakukan evaluasi muskuloskeletal untuk menilai kondisi sendi, kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan, dan fungsi gerak setiap pemain. Apabila ditemukan indikasi tertentu selama proses pemeriksaan, maka tim medis akan melanjutkan dengan tes radiologi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pemain. Melalui New Policy ini, Persija ingin memiliki data yang akurat tentang kesehatan setiap pemain.

Hasil Pemeriksaan Menjadi Acuan Penting

Dr. Andeansah menjelaskan bahwa hasil PCMA akan menjadi acuan penting bagi tim pelatih dan tim medis sebelum pemain diizinkan mengikuti latihan penuh maupun pertandingan. Hasil pemeriksaan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan setiap pemain secara individual. New Policy yang diterapkan ini juga membantu tim medis dalam merencanakan program rehabilitasi bagi pemain yang membutuhkan penanganan khusus.

“Hasil PCMA sangat penting untuk memastikan kesiapan dan keamanan pemain. Pemeriksaan ini juga membantu kami menilai kondisi cedera serta risiko cedera yang dimiliki setiap pemain,” lanjutnya.

Jika ditemukan gangguan kesehatan atau cedera yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka Persija akan menyiapkan program khusus bagi pemain terkait. Penanganan tersebut meliputi terapi, rehabilitasi, hingga program pencegahan cedera agar pemain dapat tampil optimal sepanjang kompetisi musim 2026/2027. Dengan pendekatan yang sistematis ini, klub berharap dapat meminimalkan risiko cedera dan memastikan performa terbaik dari seluruh anggota skuad selama musim baru berlangsung. New Policy ini menjadi fondasi kuat bagi Persija Jakarta untuk meraih prestasi terbaik di musim mendatang.

Leave a Comment