Sport

Topics Covered: Prancis dan Argentina Jadi Favorit Erick Juarai Piala Dunia 2026

Erick Thohir Prediksi Prancis dan Argentina Juara Piala Dunia 2026 Topics Covered: Strategi Pembinaan Sepak Bola Indonesia Topics Covered - Yogyakarta kembali

Desk Sport
Published Juli 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Erick Thohir Prediksi Prancis dan Argentina Juara Piala Dunia 2026

Topics Covered: Strategi Pembinaan Sepak Bola Indonesia

Topics Covered – Yogyakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola Indonesia saat Menteri Pemuda dan Olahraga serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, hadir dalam acara strategis yang membahas masa depan sepak bola nasional. Dalam kesempatan berharga ini, Erick tidak hanya memberikan fokus pada pengembangan generasi muda, tetapi juga menyampaikan pandangannya yang tajam mengenai persaingan sengit di ajang Piala Dunia 2026 yang akan segera dimulai.

Saat membuka Festival Grassroots U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 yang diselenggarakan di JEC Soccer Fields, Yogyakarta pada Rabu, 8 Juli 2026, Erick menyampaikan prediksi menarik mengenai potensi juara. Ia menilai Prancis dan Argentina memiliki peluang sangat besar untuk meraih trofi juara di turnamen tersebut. Pernyataan ini disampaikan setelah Erick memberikan komentarnya terkait kualitas tim-tim peserta yang menurutnya relatif seimbang satu sama lain.

“Semuanya sama bagusnya, tetapi kayaknya Prancis bagus, tadi malam Argentina luar biasa,” ujar Erick saat ditemui di lokasi acara.

Topics Covered – Di sisi lain, Erick menekankan pentingnya memperkuat sistem pembinaan sepak bola usia dini sebagai fondasi utama dalam mencetak pemain-pemain berkualitas. Menurutnya, kompetisi kelompok umur merupakan langkah krusial untuk menemukan talenta-talenta baru yang akan menjadi tulang punggung sepak bola nasional ke depannya. Pendekatan ini dinilai sangat penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi sepak bola Indonesia.

Erick menjelaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran Komite Eksekutif PSSI bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memantau langsung jalannya Festival Grassroots U-10 dan U-12. Acara ini dinilai sebagai bagian integral dari proses pengembangan pemain muda yang berkelanjutan dan sistematis. Kehadiran Erick menunjukkan komitmen PSSI terhadap pengembangan sepak bola dari tingkat paling dasar.

“Saya hadir di sini bersama para Exco, melihat secara langsung bagaimana kejuaraan U-10, U-12 ini menjadi fondasi untuk mencari bibit-bibit lainnya, untuk kompetisi. Apalagi FIFA sekarang sudah membuat kejuaraan U-15 yang dimulai tahun ini, pada bulan Oktober. Ini juga kita harus persiapkan. Nah, dari mana? Tentu dari bibit-bibit yang nanti di bawah U-15,” jelas Erick.

Topics Covered – Menurut Erick, para pemain muda memiliki potensi besar untuk berkembang jika mendapatkan pembinaan yang tepat dan sistematis. Ia bahkan meyakini bahwa tidak mustil pemain berusia 12 tahun mampu bersaing di level U-15 asalkan memiliki kualitas yang memadai. Hal ini sejalan dengan tren global yang melihat adanya fleksibilitas dalam sistem kompetisi usia.

Erick memberikan contoh konkret dari Belanda yang telah menghapus tim U-15 untuk mempercepat transisi pemain menuju kelompok usia U-17. Langkah ini diambil bukan karena Belanda tidak mempercayai sistem U-15 mereka, melainkan untuk menjaring pemain-pemain terbaik agar bisa langsung berkiprah di level yang lebih tinggi. Model ini menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola Indonesia.

“Bukan tidak mungkin, ada salah satu dua pemain yang U-12 bisa saja bermain di U-15. Kemarin, Belanda saja sudah menghapuskan tim U-15-nya. Bukan mereka tidak percaya dengan U-15 Belanda, tetapi ingin menjaring pemainnya bisa langsung ke U-17,” kata Erick menjelaskan strategi tersebut.

Topics Covered – Meskipun mengakui keunggulan pendekatan Belanda, Erick menegaskan bahwa Indonesia tetap memilih membangun sistem pembinaan secara bertahap dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki oleh sepak bola Indonesia saat ini. Dengan fondasi yang kuat dari tingkat usia dini, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan pemain-pemain yang kompetitif di kancah internasional. Prediksi Erick mengenai Prancis dan Argentina sebagai favorit juga menjadi motivasi bagi seluruh stakeholders sepak bola Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas.

Leave a Comment