Ekonomi

Latest Program: Alarm PHK Indonesia (5): Gelombang PHK Hantui Dunia Usaha, dari Sritex hingga TikTok-Tokopedia

a (5): Gelombang PHK Hantui Dunia Usaha, dari Sritex hingga TikTok-Tokopedia Latest Program - Beberapa tahun terakhir, gelombang pemutusan hubungan kerja

Desk Ekonomi
Published Juli 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Alarm PHK Indonesia (5): Gelombang PHK Hantui Dunia Usaha, dari Sritex hingga TikTok-Tokopedia

Latest Program – Beberapa tahun terakhir, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak hanya merambah ke satu sektor saja. Mulai dari industri tekstil, alas kaki, elektronik, hingga perusahaan teknologi dan ekonomi digital, berbagai bisnis terpaksa melakukan efisiensi. Berbagai alasan, seperti penurunan permintaan, restrukturisasi, dan tekanan biaya produksi, menjadi penyebab utama. Fenomena ini menunjukkan bahwa PHK kini tidak lagi menjadi isu spesifik sektor padat karya, melainkan tantangan yang mengenai berbagai bidang industri.

Naiknya Angka PHK di Tahun-Tahun Terakhir

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan tren kenaikan jumlah pekerja yang terkena PHK dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, sebanyak 64.855 pekerja kehilangan pekerjaan. Angka itu melonjak menjadi 77.965 pada 2024, lalu meningkat kembali menjadi 88.519 pada 2025. Hingga Mei 2026, kasus PHK mencapai 23.470. Dengan demikian, total pekerja yang terdampak mencapai minimal 254.809 sejak 2023.

Penurunan jumlah tenaga kerja ini tidak hanya terjadi di perusahaan besar, tetapi juga melibatkan usaha kecil dan menengah. Penyebab utamanya bervariasi, mulai dari fluktuasi pasar hingga tekanan biaya operasional. Perubahan ekonomi global dan transformasi bisnis menjadi faktor penting yang memicu serangkaian efisiensi di berbagai bidang.

Kasus PHK Terbesar: Sritex Group

Sektor tekstil menjadi salah satu yang paling parah terkena gelombang PHK. Sritex Group, perusahaan tekstil terkenal, menutup operasionalnya setelah dinyatakan pailit. Akibatnya, sekitar 10.965 pekerja kehilangan pekerjaan. Kasus ini menunjukkan dampak signifikan dari kegagalan bisnis terhadap industri padat karya.

Di sektor alas kaki, PT Sepatu Bata melakukan penutupan pabrik di Purwakarta. Tindakan ini berdampak pada 233 karyawan karena penurunan pesanan. Sementara itu, industri elektronik juga mengalami efek domino. Dua pabrik Yamaha Music menghentikan operasionalnya, menyebabkan sekitar 1.100 pekerja terkena PHK.

Perusahaan Rintisan Juga Tidak Terhindar

Transformasi digital dan perubahan teknologi membuat perusahaan rintisan (startup) tidak terlepas dari krisis PHK. eFishery, misalnya, melakukan restrukturisasi organisasi yang memengaruhi sekitar 300 karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan bisnis berbasis teknologi pun menghadapi tekanan, meski dalam skala yang berbeda.

Di ekosistem TikTok-Tokopedia, ada isu pengurangan tenaga kerja pasca-integrasi bisnis. Namun, manajemen menyatakan tidak terjadi PHK massal seperti yang diberitakan secara ramai. “Kami sedang melakukan penyesuaian untuk meningkatkan efisiensi, tetapi tidak ada rencana PHK besar-besaran,” tutur sumber dari perusahaan tersebut.

“Kami sedang melakukan penyesuaian untuk meningkatkan efisiensi, tetapi tidak ada rencana PHK besar-besaran,” tutur sumber dari TikTok-Tokopedia.

Mengapa PHK Menyebar ke Berbagai Sektor?

Gelombang PHK tidak hanya dipicu oleh faktor eksternal, tetapi juga internal. Perusahaan-perusahaan mulai beradaptasi dengan kondisi pasar yang dinamis, termasuk tekanan kompetisi dari merek luar negeri dan kemajuan teknologi. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dan perubahan regulasi juga berkontribusi pada penyesuaian struktur organisasi.

Dalam konteks global, ekonomi yang mengalami stagnasi atau kontraksi membuat bisnis lokal merasa tertekan. Pemutusan hubungan kerja menjadi alat untuk mengurangi biaya operasional dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Selain itu, transformasi industri digital memaksa banyak perusahaan tradisional untuk berbenah, termasuk melakukan pengurangan karyawan.

Perubahan Ekonomi dan Dunia Usaha

Krisis ekonomi global dan migrasi ke ekonomi digital mengubah cara beroperasi bisnis. Industri manufaktur, misalnya, mulai beralih ke otomasi untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja. Hal ini memicu PHK di sektor-sektor yang sebelumnya dianggap stabil. Di sisi lain, bisnis teknologi seperti TikTok dan Tokopedia menghadapi tantangan berbeda, seperti persaingan dan kebutuhan investasi tinggi.

Masih ada faktor lain yang memperburuk situasi. Perubahan pola konsumsi, peningkatan inflasi, serta krisis energi menghantui banyak perusahaan. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa bisnis mengambil langkah tegas, termasuk PHK. Dampaknya, tingkat pengangguran meningkat, dan tekanan sosial berpotensi muncul.

Kebutuhan Adaptasi dan Kesiapan

Para pekerja yang terkena PHK perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan pasar. Keterampilan digital dan kemampuan belajar menjadi faktor kunci untuk tetap relevan. Pemerintah dan lembaga pelatihan pun mulai menggalakkan program pengembangan SDM agar para pekerja bisa beradaptasi.

Di sisi bisnis, efisiensi tetap menjadi prioritas. Namun, strategi ini harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik. “PHK adalah bagian dari pertumbuhan, tetapi harus dilakukan secara terencana,” kata ekspertis ekonomi. Perusahaan juga perlu memperkuat komunikasi dengan karyawan dan memastikan proses pemutusan kerja tidak merugikan secara sosial.

Masa Depan Dunia Usaha Indonesia

Gerakan PHK menunjukkan tantangan besar yang dihadapi dunia usaha Indonesia. Namun, ini juga menjadi momentum untuk reformasi. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan model bisnis yang lebih fleksibel, seperti kerja jarak jauh atau penggunaan AI untuk menekan biaya operasional.

Pada akhirnya, krisis ini mempercepat perubahan struktur ekonomi. Bisnis tradisional harus bertransformasi, sementara perusahaan teknologi terus berkembang. Tantangan di depan masih besar, tetapi dengan adaptasi yang tepat, sektor usaha Indonesia bisa bertahan dan bahkan tumbuh di tengah krisis. Pekerja pun diharapkan memiliki kemampuan yang lebih

Leave a Comment