New Policy: Aksi 1.000 Lilin untuk Dokter Icha
New Policy – Kupang kembali menjadi pusat perhatian dunia medis Indonesia. Pada Kamis pagi, tanggal 9 Juli 2026, ribuan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur berkumpul dalam satu gerakan solidaritas yang luar biasa. Koalisi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan NTT Bersatu menggelar aksi damai di area depan kantor DPRD Provinsi NTT. Ribuan peserta membawa seribu lilin sebagai simbol harapan, keadilan, dan dukungan penuh. New Policy ini menjadi momentum penting bagi dunia kesehatan Indonesia untuk menunjukkan bahwa para dokter dan tenaga medis tidak akan diam saat integritas mereka dipertanyakan. Aksi ini tidak hanya ditujukan sebagai bentuk solidaritas untuk almarhumah dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal dengan nama dokter Icha, tetapi juga sebagai dukungan kuat terhadap jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.
Kronologi Peristiwa di IGD RS Leona Kefamenanu
Keprihatinan yang meluas ini bermula dari peristiwa yang terjadi pada 13 Juni 2026 silam. Saat itu, dokter Icha sedang bertugas di ruang instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, yang berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Utara. Dalam situasi yang seharusnya tenang dan profesional, dokter Icha diduga menerima intimidasi dari tiga orang anggota DPRD Kabupaten TTU. Kejadian ini menimbulkan kegelisahan di kalangan tenaga medis karena menyangkut integritas dan keamanan mereka saat memberikan pelayanan kepada pasien. New Policy yang muncul dari aksi ini menjadi wujud nyata keprihatinan terhadap peristiwa yang menimpa dokter Icha tersebut. Aksi 1.000 lilin yang digelar kini menjadi simbol harapan bahwa keadilan akan tegak bagi para pahlawan kesehatan.
IDI NTT melalui ketuanya, dokter Stefanus Soka, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal proses hukum. Menurut dokter Stefanus, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk memastikan dukungan penuh terhadap penanganan kasus ini. Dokter Stefanus menyatakan kesiapan IDI NTT untuk menjadi saksi dalam proses hukum yang sedang berlangsung. New Policy ini menunjukkan bahwa organisasi profesi memiliki peran strategis dalam melindungi anggotanya dari berbagai bentuk intimidasi dan ketidakadilan.
“Kami siap jadi saksi, karena sikap kami jelas agar proses hukum ini tetap berlanjut dan bisa mendapat keputusan yang seadil-adilnya,” kata Dokter Stefanus saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Perlindungan Tenaga Kesehatan Menjadi Prioritas
Dokter Stefanus menilai bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius dari seluruh pihak. Tenaga medis membutuhkan rasa aman saat menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain mengawal proses hukum, IDI juga berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Hal ini khususnya penting bagi daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan sumber daya manusia di bidang kesehatan. New Policy yang diusung dalam aksi ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara tenaga medis dan masyarakat.
Kondisi tenaga kesehatan di NTT saat ini masih jauh dari ideal. Ketersediaan dokter maupun tenaga medis lainnya dinilai sangat terbatas sehingga dibutuhkan lingkungan kerja yang kondusif agar mereka dapat menjalankan tugas dengan optimal. Dokter Stefanus mengungkapkan bahwa menjaga suasana yang kondusif sangat penting bagi teman-teman tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Kita ini susah, tenaga kesehatan sangat terbatas di NTT, sehingga kalau kita tidak menjaga kondisi ini, kita khawatirkan semakin terbatas tenaga kesehatan. Dan imbasnya pada akses masyarakat untuk menghasilkan kesehatan menjadi susah, jelasnya. New Policy ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem perlindungan tenaga kesehatan di tingkat daerah.
Aksi 1.000 lilin untuk dokter Icha diharapkan menjadi pesan kepada seluruh pemangku kepentingan agar memberikan perlindungan yang lebih baik kepada tenaga kesehatan. Para peserta aksi juga berharap proses hukum atas dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi semua pihak. Solidaritas ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan masyarakat terhadap para pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari berjuang di garis depan pelayanan kesehatan. New Policy yang lahir dari aksi ini akan terus dipantau oleh IDI NTT dan PB IDI untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik.
