Insiden Wanita Berdaster Buang Air Besar di Plaza Bandar Jaya Viral di Media Sosial
Main Agenda – Kabupaten Lampung Tengah, Lampung menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkan seorang perempuan dengan pakaian tradisional berdaster terlihat buang air besar (BAB) di depan toko pakaian adat di Plaza Bandar Jaya. Aksi yang dilakukan secara terbuka tersebut langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial dalam waktu singkat.
Menurut informasi yang dihimpun, perempuan tersebut tidak hanya melakukan aktivitas buang air besar, tetapi juga diduga merusak kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area sekitar. Rekaman video berdurasi kurang lebih satu menit tersebut menunjukkan perempuan berdaster berdiri di depan toko sebelum akhirnya melakukan aksinya di area tersebut.
Reaksi Pedagang dan Kejadian yang Terulang
Aksi tersebut menimbulkan kegelisahan di kalangan para pedagang yang berjualan di Plaza Bandar Jaya. Perempuan berdaster tersebut terlihat berpindah-pindah posisi saat melakukan aksinya di depan toko. Selain itu, pemilik toko juga menyampaikan laporan mengenai dugaan kerusakan pada kamera CCTV yang terpasang di lokasi.
Aksi serupa ternyata bukan pertama kalinya terjadi di tempat tersebut. Teror tersebut telah berlangsung sebanyak tiga kali, sehingga pemilik toko memutuskan untuk memasang kamera CCTV sebagai upaya dokumentasi. Dengan pemasangan kamera tersebut, akhirnya aksi pelaku berhasil terekam secara jelas.
Ketahuannya pas mau buka toko sekitar pukul 07.10 WIB. Awalnya saya kira kotoran kucing. Ketika lampu dihidupkan baru ketahun kalau itu kotoran manusia, kata Devi saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Menurut keterangan karyawan toko, peristiwa tersebut diduga terjadi pada hari Selasa, tanggal 7 Juli 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. Devi, seorang karyawan toko berusia 22 tahun, mengatakan bahwa ia baru mengetahui kejadian tersebut saat hendak membuka toko. Saat itu, ia menemukan kotoran manusia tepat di depan tokonya.
Sangat meresahkan, kami para pedagang sangat terganggu dengan perbuatan perempuan berdaster itu karena disini gak hanya jualan pakaian tapi ada juga jualan makanan, ujar Devi.
Menurut Devi, kejadian tersebut sangat meresahkan para pedagang karena di lokasi tidak hanya terdapat toko pakaian, tetapi juga pedagang makanan. Kehadiran kotoran manusia di area tersebut tentu menciptakan ketidaknyamanan bagi para pelanggan dan pedagang.
Dugaan Kesengajaan dan Harapan Pedagang
Petugas kebersihan Plaza Bandar Jaya, Yayat, berusia 45 tahun, menduga bahwa perempuan tersebut sengaja buang air besar di depan pertokoan. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan bukan karena kebetulan.
Kalau menurut saya itu dilakukan dengan sengaja, ujar Yayat.
Peristiwa tersebut membuat para pedagang resah karena mengganggu aktivitas usaha dan menciptakan rasa tidak nyaman di lingkungan Plaza Bandar Jaya. Para pedagang berharap pengelola Plaza Bandar Jaya bersama petugas keamanan segera mengidentifikasi untuk menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut etika berinteraksi di ruang publik. Kehadiran kamera CCTV diharapkan dapat membantu proses identifikasi pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Para pedagang juga berharap agar pihak berwenah dapat memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku agar menjadi peringatan bagi masyarakat lainnya. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di tempat-tempat umum seperti plaza dan pusat perbelanjaan.
Sementara itu, masyarakat sekitar terus mengikuti perkembangan kasus ini melalui media sosial. Banyak warganet yang memberikan komentar dan tanggapan terhadap insiden tersebut. Beberapa di antaranya mendukung tindakan tegas terhadap pelaku, sementara yang lain memberikan simpati terhadap para pedagang yang terdampak.
Kasus ini juga menjadi bahan diskusi di berbagai forum online. Banyak yang mempertanyakan apakah ada faktor tertentu yang menyebabkan perempuan tersebut melakukan aksi tersebut. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa kondisi psikologis atau faktor lain mungkin berperan dalam kejadian tersebut.
Pihak pengelola Plaza Bandar Jaya diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Peningkatan pengawasan dan pemasangan kamera CCTV di berbagai titik strategis dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketertiban di area tersebut.
