Kategori: Nusantara

  • Rampok Toko Emas di Aceh, Oknum Polisi Diduga Tertekan Ekonomi

    Rampok Toko Emas di Aceh, Oknum Polisi Diduga Tertekan Ekonomi

    Polisi Aceh Selidiki Motif Ekonomi di Balik Perampokan Toko Emas

    Amalzakat.com – Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah mengungkap dugaan motif yang melatarbelakangi aksi perampokan bersenjata yang menimpa Toko Emas Amin Setia di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu, tanggal 18 Juli 2026, dan telah berhasil diungkap dalam waktu yang sangat singkat. Pelaku yang menjadi tersangka adalah seorang oknum anggota Polri berusia 28 tahun dengan inisial MZ. Berdasarkan keterangan resmi, tersangka mengaku telah melakukan pencurian dengan kekerasan atau yang dikenal sebagai curas, dan diduga kuat terdorong oleh tekanan ekonomi yang dialaminya.

    Penyidikan Diambil Alih Polda Aceh

    Kombes Pol Joko Krisdiyanto, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Aceh, menjelaskan bahwa penanganan perkara ini telah sepenuhnya diambil alih oleh Polda Aceh. Langkah ini diambil dengan tujuan mempercepat proses penyidikan sekaligus memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut dapat terungkap secara tuntas. Dalam pernyataannya pada hari Minggu, 19 Juli 2026, Kombes Pol Krisdiyanto menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku telah mengakui perbuatannya. Motif ekonomi menjadi dugaan utama yang melatarbelakangi aksi tersebut.

    “Penanganan kasus ini telah diambil alih oleh Polda Aceh. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku telah mengakui perbuatannya. Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas,” ujarnya.

    Operasi Cepat dan Pengamanan Barang Bukti

    Kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan ini berhasil diungkap dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam sejak kejadian. Pengungkapan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Aceh Selatan bersama dengan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh. Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Salah satu barang bukti penting adalah satu pucuk senjata api yang diduga digunakan tersangka saat menjalankan aksi perampokan.

    Menurut Kombes Pol Joko Krisdiyanto, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka untuk mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam tindak pidana tersebut. Proses pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang ikut serta dalam perampokan tersebut. Tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di kantor polisi untuk memperdalam keterangan yang diberikan.

    “Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut,” ujarnya.

    Permintaan Maaf dan Komitmen Hukum

    Polda Aceh juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas keterlibatan oknum anggota Polri dalam kasus tersebut. Kepolisian Daerah Aceh menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat. Kombes Pol Krisdiyanto menekankan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh.

    “Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh,” tegas Joko Krisdiyanto.

    Perkembangan Kasus yang Masih Berlanjut

    Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap secara utuh kronologi perampokan yang terjadi. Selain itu, penyidik juga memperdalam motif pelaku dan memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat dalam aksi perampokan toko emas di Aceh Selatan tersebut. Proses penyidikan akan terus berlanjut hingga seluruh aspek kasus dapat terungkap secara komprehensif. Keterlibatan oknum polisi dalam kasus ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan pihak kepolisian untuk memastikan keadilan ditegakkan dengan baik.

    Kasus ini menjadi contoh bagaimana kepolisian daerah dapat merespons cepat terhadap tindak kejahatan yang terjadi di wilayahnya. Dengan pengambilan alih penyidikan oleh Polda Aceh, diharapkan proses hukum dapat berjalan lebih efisien dan transparan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan percaya bahwa keadilan akan ditegakkan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

  • Hujan Intai Kota Besar, BMKG Keluarkan Peringatan

    Hujan Intai Kota Besar, BMKG Keluarkan Peringatan

    BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca untuk Wilayah Metropolitan Indonesia

    Amalzakat.com – Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang akan melanda sejumlah kota besar di Indonesia. Peringatan ini diterbitkan untuk Senin, 20 Juli 2026, dengan tujuan agar masyarakat dapat bersiap menghadapi perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Hujan Intai Kota Besar BMKG menjadi perhatian utama karena dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari dan mobilitas warga.

    Berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, BMKG mencatat adanya peningkatan aktivitas hujan di berbagai wilayah. Prakirawan BMKG, Nurul Izzah Fitria, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang diprediksi akan mengguyur beberapa kota strategis. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena cuaca yang berubah cepat dapat mengganggu transportasi dan berbagai kegiatan publik.

    Wilayah Metropolitan yang Diprediksi Hujan Sedang

    Dalam siaran prakiraan cuaca dari Jakarta, Nurul Izzah Fitria secara khusus menyebutkan dua kota yang berpotensi menerima hujan sedang. “Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan sedang di Kota Medan dan juga di Kota Tanjung Selor,” jelas Nurul dalam keterangannya. Kedua kota ini menjadi fokus karena intensitas curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.

    Selain Medan dan Tanjung Selor, BMKG juga memetakan wilayah-wilayah lain yang akan mengalami hujan ringan. Daftar kota-kota besar yang diprediksi menerima hujan ringan meliputi Padang, Jambi, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Hujan ringan ini diharapkan tidak menyebabkan gangguan signifikan, namun tetap perlu diwaspadai terutama bagi pengguna jalan.

    Kondisi Langit dan Potensi Hujan Lokal

    BMKG juga memberikan gambaran mengenai kondisi langit di berbagai kota besar. Prakiraan menunjukkan bahwa langit berawan hingga berawan tebal akan mendominasi wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Pangkalpinang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Kondisi berawan ini berpotensi menjadi pemicu hujan lokal apabila terjadi perkembangan awan konvektif yang signifikan.

    Selain aspek hujan, BMKG juga menyoroti potensi udara kabur di beberapa wilayah. Bandar Lampung dan Samarinda diprediksi akan mengalami kondisi udara yang kurang jelas, sehingga jarak pandang dapat berkurang. Hal ini terutama penting bagi pengguna jalan raya dan pelaku transportasi udara maupun darat yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

    Prakiraan Cuaca di Indonesia Timur

    Di kawasan Indonesia bagian timur, prakiraan cuaca menunjukkan pola yang berbeda namun tetap memerlukan perhatian khusus. Hujan ringan diprediksi berpeluang turun di Mamuju, Palu, Manado, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sementara itu, cuaca berawan hingga berawan tebal diperkirakan menyelimuti Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, dan Nabire sepanjang hari.

    BMKG menegaskan bahwa prakiraan yang dikeluarkan merupakan gambaran kondisi atmosfer secara umum. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan pembaruan informasi cuaca karena dinamika atmosfer dapat menyebabkan perubahan kondisi dalam waktu yang sangat singkat. Untuk mendapatkan informasi terkini, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal resmi @infobmkg di media sosial.

    Penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan cuaca, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan atau yang akan melakukan perjalanan jarak jauh. Dengan informasi yang akurat dan tepat waktu, potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir dengan baik.

  • Bentrok Warga di Adonara Timur NTT Tewaskan 3 Orang

    Bentrok Warga di Adonara Timur NTT Tewaskan 3 Orang

    Pemulihan Keamanan Pasca Bentrok Warga di Adonara Timur NTT

    Amalzakat.com – Kecamatan Adonara Timur di Kabupaten Flores Timur kini mulai pulih dari dampak kerusuhan yang terjadi pada malam hari, Sabtu (18/7/2026). Insiden Bentrok Warga di Adonara Timur ini menewaskan tiga orang dan melukai lima warga lainnya dengan cedera ringan. Selain korban jiwa, puluhan rumah juga terbakar akibat bentrokan yang terjadi di kawasan tersebut. Kapolres Flores Timur melalui keterangan resminya mengonfirmasi bahwa situasi kamtibmas di wilayah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kondusif seiring berjalannya waktu.

    Detail Korban dan Kerusakan yang Terjadi

    Berdasarkan data awal yang dihimpun oleh pihak berwajib, Bentrok Warga di Adonara Timur mengakibatkan tiga warga kehilangan nyawa secara langsung. Lima orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka ringan yang tidak mengancam jiwa. Kerusakan fisik juga terjadi pada infrastruktur pemukiman, dengan jumlah 20 unit rumah yang terbakar akibat insiden tersebut. Proses pendataan terhadap seluruh korban dan kerusakan masih terus dilakukan oleh aparat di lapangan untuk memastikan akurasi informasi yang beredar di masyarakat.

    Untuk mengantisipasi potensi kerusuhan lanjutan, personel gabungan dari TNI dan Polri telah disiagakan di berbagai titik strategis di wilayah Adonara Timur. Penempatan pasukan ini merupakan langkah preventif yang bertujuan mencegah gangguan keamanan tambahan sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat setempat. Kehadiran aparat gabungan juga berfungsi untuk memastikan bahwa aktivitas sehari-hari warga dapat kembali berjalan normal di tengah proses pemulihan pascainsiden.

    Imbauan dan Langkah Penjagaan Keamanan

    Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A Kalelado, menegaskan bahwa personel gabungan akan tetap melakukan penjagaan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali. Langkah ini menunjukkan komitmen aparat untuk menjaga stabilitas wilayah selama masa transisi pasca-bentrokan.

    “Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Eliezer dalam keterangannya yang dilansir dari sumber berita lokal, Sabtu (18/7/2026).

    Selain menjaga keamanan fisik, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada seluruh warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Hal ini penting untuk mencegah eskalasi konflik yang mungkin dipicu oleh hoaks atau berita bohong yang beredar di masyarakat. Bentrok Warga di Adonara Timur ini juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih menjaga persaudaraan dan saling menghormati.

    “Kami mengajak seluruh warga menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, serta mempercayakan penanganan persoalan kepada aparat kepolisian,” katanya menambahkan.

    Polres Flores Timur berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga persaudaraan dan menyelesaikan setiap persoalan secara damai. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi keamanan di Adonara Timur sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal tanpa kekhawatiran akan terjadinya bentrokan serupa di masa mendatang.

    Proses pemulihan tidak hanya mencakup aspek keamanan, tetapi juga rehabilitasi hunian yang terbakar dan penanganan korban yang terluka. Aparat gabungan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung. Dengan adanya kehadiran aparat di berbagai titik strategis, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan percaya bahwa pihak berwajib mampu mengendalikan situasi dengan baik.

    Keberhasilan menjaga kamtibmas di Adonara Timur juga bergantung pada kerjasama seluruh lapisan masyarakat. Warga diminta untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan baru dan mempercayakan penyelesaian sengketa kepada aparat kepolisian yang berwenang. Dengan pendekatan yang tepat dan komunikasi yang baik, diharapkan kondisi keamanan di wilayah tersebut akan segera pulih sepenuhnya seperti sedia kala.

  • TNI-Polri Masih Siaga Jaga Kondusivitas Adonara Timur Pascabentrok

    TNI-Polri Masih Siaga Jaga Kondusivitas Adonara Timur Pascabentrok

    TNI Polri Masih Siaga Jaga Kondusivitas Adonara Timur Pascabentrok

    Amalzakat.com – Kondisi keamanan di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan nasional. Hingga saat ini, personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia terus disiagakan di berbagai titik strategis sepanjang wilayah yang terdampak. Penempatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa situasi kamtibmas tetap kondusif setelah terjadi bentrokan antarwarga yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan puluhan rumah rusak parah.

    Langkah pengamanan yang dilakukan merupakan upaya antisipasi untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan di masa mendatang. Selain itu, kehadiran aparat juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A Kalelado, menegaskan bahwa personel gabungan akan tetap berjaga hingga kondisi di wilayah tersebut benar-benar aman dan terkendali sepenuhnya.

    Upaya Pemulihan Keamanan dan Ketertiban

    “Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Eliezer dilansir tribatanewsflorestimur, Sabtu (18/7/2026).

    Selain melakukan penjagaan rutin, aparat juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif. Koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan secara intensif guna mendukung proses pemulihan keamanan di wilayah tersebut. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, perselisihan antarwarga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka ringan. Selain korban jiwa, sedikitnya 20 unit rumah juga terbakar akibat bentrokan tersebut.

    Aparat keamanan menyebut bahwa pendataan masih berlangsung secara aktif. Hal ini berarti jumlah korban maupun kerusakan berpotensi berubah sesuai hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim gabungan. Polres Flores Timur juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Warga diminta tidak terprovokasi oleh isu yang beredar dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

    Eliezer menambahkan bahwa pihaknya mengajak seluruh warga menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Masyarakat tidak disarankan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Penanganan persoalan juga sebaiknya dipercayakan kepada aparat kepolisian agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut yang dapat memperburuk situasi.

    Kepolisian berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga persaudaraan dan menahan diri. Pengedepanan penyelesaian persoalan secara damai diharapkan dapat membuat situasi keamanan di Adonara Timur segera pulih sepenuhnya. Kehadiran personel gabungan di berbagai titik juga berfungsi sebagai deterrent bagi pihak-pihak yang mungkin ingin memperkeruh situasi.

    Proses pendataan korban dan kerusakan rumah-rumah warga masih terus dilakukan oleh tim gabungan secara cermat. Verifikasi dilakukan secara teliti untuk memastikan akurasi data yang akan digunakan sebagai dasar penanganan lebih lanjut. Masyarakat yang rumahnya terbakar juga mendapatkan bantuan dari aparat dan relawan untuk kebutuhan dasar mereka selama proses pemulihan berlangsung.

    Kehadiran TNI dan Polri di Adonara Timur tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan pendekatan sosial untuk menenangkan warga. Dialog dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman yang dapat memicu konflik baru. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat untuk memastikan respons yang cepat jika terjadi perkembangan terbaru.

    Sementara itu, masyarakat yang mulai kembali beraktivitas menunjukkan sikap positif dalam menghadapi situasi ini. Mereka berharap konflik dapat segera diselesaikan secara tuntas dan damai. Kehadiran aparat keamanan menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas hingga proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

    Polres Flores Timur juga telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini secara komprehensif. Tim tersebut terdiri dari berbagai unit yang memiliki keahlian berbeda-beda, mulai dari penyelidikan hingga mediasi. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Adonara Timur.

  • 2 Kapal Perang Dikerahkan Cari 20 Korban KM Nurul Salsa di Selayar

    2 Kapal Perang Dikerahkan Cari 20 Korban KM Nurul Salsa di Selayar

    Operasi SAR KM Nurul Salsa Hari Kelima: Dua Kapal Perang TNI AL Diperkuat di Perairan Selayar

    Amalzakat.com – Perairan di sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi pusat perhatian pada hari kelima operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Sebanyak dua puluh orang penumpang KM Nurul Salsa yang belum ditemukan keberadaannya menjadi fokus utama tim SAR. Dalam perkembangan terbaru, dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut telah resmi dikerahkan untuk memperkuat upaya pencarian. Kapal-kapal tersebut adalah KRI Marlin 877 dan KRI Hiu 634 yang berasal dari Kodaeral VI Makassar. Kehadiran kedua kapal perang ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencarian di area yang lebih luas.

    Operasi ini berlangsung pada hari Minggu, tanggal 19 Juli 2026. Kedua kapal perang tersebut bergabung dengan armada Basarnas untuk memperluas cakupan area pencarian. Total wilayah yang disisir mencapai 1.305 nautical mile persegi atau setara dengan 1.305 nm². Strategi pembagian wilayah operasi mengacu pada prediksi search and rescue marine prediction (SARMAP) yang membagi zona pencarian menjadi empat sektor berbeda. Setiap sektor memiliki karakteristik perairan yang berbeda-beda sehingga memerlukan pendekatan pencarian yang sesuai.

    Detail Pembagian Sektor dan Alut yang Terlibat

    Setiap sektor mencakup luas sekitar 377,5 nm² dan disisir oleh unsur laut yang terdiri dari KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, serta KRI Hiu 634. Penambahan unsur laut ini bertujuan meningkatkan peluang menemukan korban yang masih belum diketahui lokasinya. Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Kelas A Makassar, menjelaskan rincian pembagian sektor secara detail kepada media.

    Hari kelima ini, kita melakukan pencarian dengan menggunakan lima alut. Pembagian sektor satu itu dari KN Puntadewa, dari Kansar Maumere dan sektor dua itu KN Pacitan dari Kansar Kendari. Sektor ketiga itu KN Marlin, milik dari TNI AL. Dan sektor empat dengan KRI Hiu, milik TNI AL. Masing-masing sektor pencarian melakukan pencarian seluas 377 mil.

    Sementara itu, KN SAR Kamajaya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal tersebut membawa lima korban selamat yang berhasil dievakuasi pada Sabtu, 18 Juli 2026. Setelah tiba di darat, para korban akan segera diserahkan kepada pihak rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Andi Sultan menambahkan bahwa rencana selanjutnya adalah membawa korban ke rumah sakit terdekat yang berada di wilayah Kabupaten Selayar. Proses evakuasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan para korban.

    Statistik Korban dan Tantangan Cuaca

    Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 57 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara dua puluh orang lainnya masih menjadi prioritas pencarian. Operasi SAR melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi. Tim gabungan tersebut mencakup Basarnas Makassar, Pos SAR Selayar, Basarnas Kendari, Basarnas Maumere, TNI AL, TNI AU, Polair, BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, awak kapal SAR, hingga nelayan yang turut membantu proses pencarian di lokasi kejadian.

    Seluruh unsur SAR tetap diminta mengutamakan faktor keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Kondisi perairan Selayar masih dipengaruhi oleh gelombang setinggi 2 hingga 3 meter yang menjadi tantangan tersendiri. Andi Sultan menyoroti kendala cuaca ekstrem yang dihadapi tim pada hari ini. Informasi dari Puntadewa di Maumere menyebutkan bahwa ombak cukup besar dengan kecepatan angin mencapai 20 knot. Kondisi ini memerlukan koordinasi yang baik antara semua unsur yang terlibat.

    Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian berdasarkan hasil penyisiran di setiap sektor. Tim SAR optimis bahwa dengan penambahan kapal perang dan pembagian sektor yang lebih terstruktur, peluang menemukan dua puluh korban yang hilang semakin besar. Seluruh personel tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan gelombang laut selama proses pencarian berlangsung. Evaluasi rutin dilakukan setiap enam jam untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam pencarian.

  • Tragis! Presenter TVRI Papua Barat Hanyut di Air Terjun Memti

    Tragis! Presenter TVRI Papua Barat Hanyut di Air Terjun Memti

    Tragedi Menimpa Presenter TVRI di Wisata Alam Papua Barat

    Amalzakat.com – Manokwari – Seorang presenter dari TVRI Stasiun Papua Barat, Yanto Idorway, kini dalam status hilang setelah diduga terpeleset dan terbawa arus sungai saat berada di kawasan wisata Air Terjun Memti. Kejadian tragis ini terjadi di Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIT. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari segera mengerahkan tim rescue gabungan untuk melaksanakan operasi pencarian intensif terhadap korban yang hilang.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Yanto Idorway datang ke Air Terjun Memti bersama dua orang rekannya untuk menikmati waktu libur. Insiden menimpa dirinya ketika ia sedang berusaha menyeberangi aliran sungai yang berada di sekitar lokasi wisata tersebut. Pada saat itu, korban diduga kehilangan keseimbangan, terpeleset, dan kemudian terseret oleh derasnya arus sungai. Dua rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan serta melakukan pencarian secara mandiri di sepanjang aliran sungai. Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil karena kondisi medan yang sulit dan hari yang mulai gelap.

    Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat untuk meminta bantuan pencarian. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan resmi pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIT dari Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak. “Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Pegunungan Arfak. Pada pukul 20.52 WIT, Tim Rescue Kantor SAR Manokwari diberangkatkan menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car untuk mempersiapkan operasi pencarian,” ujar Yefri.

    Menurutnya, perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu sekitar lima hingga enam jam karena medan menuju Kampung Sisrang berada di kawasan perbukitan yang cukup ekstrem. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan untuk menyusun strategi pencarian. Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas Manokwari mengerahkan berbagai perlengkapan pendukung, di antaranya satu unit drone thermal untuk pemantauan dari udara, lima set perangkat komunikasi lapangan, enam set perlengkapan water rescue, satu set peralatan mountaineering, dan satu set perlengkapan evakuasi medis.

    Yefri menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi sungai dan medan di Pegunungan Arfak cukup berbahaya. Hingga berita ini diturunkan, Yanto Idorway masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas Manokwari bersama Polres Pegunungan Arfak. Meski prakiraan cuaca di wilayah Pegunungan Arfak relatif berawan, tim di lapangan tetap mengantisipasi kemungkinan perubahan debit air sungai yang dapat memengaruhi jalannya operasi SAR. Pihak Basarnas memastikan perkembangan pencarian akan terus diperbarui secara berkala melalui posko operasi di lokasi kejadian.

    “Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Pegunungan Arfak. Pada pukul 20.52 WIT, Tim Rescue Kantor SAR Manokwari diberangkatkan menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car untuk mempersiapkan operasi pencarian,” ujar Yefri.

    Detail Operasi Pencarian

    Operasi pencarian yang sedang berlangsung melibatkan berbagai elemen penting untuk memastikan keberhasilan pencarian. Drone thermal yang digunakan memungkinkan pemantauan dari udara untuk mendeteksi keberadaan korban melalui perbedaan suhu. Lima set perangkat komunikasi lapangan memastikan koordinasi yang efektif antara tim di lapangan dengan pusat komando. Enam set perlengkapan water rescue siap digunakan jika korban ditemukan di dalam atau dekat aliran sungai.

    Peralatan mountaineering diperlukan mengingat medan perbukitan yang ekstrem di kawasan Kampung Sisrang. Sementara itu, perlengkapan evakuasi medis siap digunakan untuk membawa korban dengan aman jika ditemukan. Tim SAR juga terus memantau kondisi cuaca dan debit air sungai karena perubahan mendadak dapat memengaruhi keselamatan tim dan efektivitas pencarian.

    Korban yang hilang merupakan seorang presenter TVRI yang dikenal di kalangan masyarakat Papua Barat. Kehadirannya di Air Terjun Memti bersama dua rekan untuk menghabiskan waktu libur menjadi momen yang kini berubah menjadi tragedi. Proses pencarian masih berlanjut dengan harapan besar untuk menemukan Yanto Idorway dalam keadaan selamat.

  • Banjir Agam Rendam Permukiman, 450 Warga Mengungsi

    Banjir Agam Rendam Permukiman, 450 Warga Mengungsi

    Banjir Agam Rendam Permukiman 450 Warga di Sumatera Barat

    Amalzakat.com – Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat kembali menghadapi bencana banjir yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat setempat. Peristiwa banjir ini terjadi di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, di mana derasnya aliran sungai dan tingginya curah hujan memaksa ratusan penduduk untuk meninggalkan hunian mereka. Warga setempat memilih berpindah ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air yang terus meluap.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Agam, sebanyak 450 orang warga telah memutuskan untuk mengungsi. Menariknya, sebagian besar mereka tidak pergi ke tempat penampungan resmi, melainkan memilih untuk tinggal sementara di rumah-rumah kerabat yang lokasinya berada di area tidak terendam banjir. Abdul Ghafur, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, memberikan penjelasan lengkap mengenai situasi terkini kepada para wartawan.

    Sebanyak 450 warga mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir, kata Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu (19/7/2026).

    Evakuasi dan Korban Terjebak

    Selain para pengungsi yang sudah berpindah, ada juga sejumlah warga yang sempat terjebak di dalam rumah mereka. BPBD mencatat bahwa setidaknya 20 keluarga atau setara dengan 60 jiwa mengalami kesulitan keluar karena arus air yang deras dan genangan yang tinggi. Proses evakuasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah yang bekerja sama dengan baik.

    Abdul Ghafur menambahkan bahwa tidak semua warga menunggu bantuan dari luar. Sebagian dari mereka berhasil menyelamatkan diri sendiri dengan berjalan kaki menuju tempat yang lebih tinggi. Sementara itu, warga yang terjebak dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Agam, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta unsur-unsur lainnya yang terlibat dalam penanganan bencana.

    Korban sudah melakukan evakuasi mandiri dan sebagian dievakuasi oleh tim gabungan, ujar Abdul Ghafur.

    Wilayah yang terdampak tidak hanya terbatas pada Nagari Sungai Batang saja. Banjir juga merendam kawasan Jorong Labuah yang berada di sekitar lokasi tersebut. Di Jorong Labuah, tercatat sedikitnya 20 rumah terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter. Kondisi ini memaksa sekitar 250 warga di wilayah tersebut untuk juga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    Penyebab utama banjir kali ini adalah hujan deras yang mengguyur wilayah Agam sejak Sabtu sore hingga memasuki malam hari. Curah hujan yang tinggi membuat Sungai Batang Tumayo meluap dan menggenangi permukiman warga di sekitarnya. Air sungai yang meluap ini kemudian menyebar ke berbagai rumah dan jalan di kawasan tersebut.

    Menurut Abdul Ghafur, fenomena banjir di kawasan ini bukanlah hal yang baru. Wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh pendangkalan sungai yang terjadi setelah banjir bandang besar melanda wilayah Agam pada akhir November 2025. Pendangkalan tersebut mengurangi kapasitas sungai untuk menampung air hujan, sehingga ketika hujan deras turun, air cenderung meluap ke daratan.

    Ini merupakan banjir yang sering terjadi karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang, katanya.

    BPBD Agam memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir kali ini. Hingga air mulai surut, sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk memeriksa kerusakan dan membersihkan rumah mereka. Namun, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

    Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan. BPBD juga mengingatkan warga agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir susulan. Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah yang memiliki riwayat banjir berulang.

  • Karhutla Bengkalis, 80,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar

    Karhutla Bengkalis, 80,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar

    Tim Gabungan Manggala Agni Tangani Kebakaran Gambut di Bengkalis

    Amalzakat.com – Provinsi Riau kembali menghadapi situasi darurat kebakaran hutan dan lahan. Kali ini, wilayah Kabupaten Bengkalis menjadi sorotan utama setelah api menghanguskan sekitar 80,5 hektare lahan gambut. Lokasi kebakaran tersebar di Kelurahan Pematang Pudu yang berada di bawah naungan Kecamatan Mandau. Respons cepat dilakukan oleh Manggala Agni dengan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan laju api.

    Operasi Udara dan Darat Berjalan Paralel

    Salah satu strategi kunci dalam penanggulangan kebakaran kali ini adalah pemanfaatan helikopter water bombing. Satu unit helikopter dioperasikan secara intensif untuk mempercepat proses pemadaman dari udara. Pendekatan ini dinilai sangat krusial mengingat luasnya area yang terbakar serta kondisi medan yang relatif sulit dijangkau oleh personel darat. Dukungan udara diharapkan dapat menekan api di titik-titik strategis sebelum menjalar lebih jauh.

    Sementara itu, dari sisi darat, empat regu pemadam telah dikerahkan ke lokasi. Komposisi tim tersebut terdiri dari dua regu yang berasal dari Daops Dumai, satu regu dari Pekanbaru, dan satu regu tambahan dari Siak. Kehadiran tim-tim ini memastikan bahwa pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik panas yang terdeteksi.

    “Kita mengerahkan empat regu yang terdiri dari dua regu Daops Dumai, satu regu dari Pekanbaru, dan satu regu dari Siak,” ujar Ferdian, Minggu (19/7/2026).

    Tantangan Pemadaman di Lahan Gambut

    Kebakaran yang melanda kawasan gambut ini memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari kebakaran di lahan mineral. Lahan gambut memiliki kemampuan unik untuk menyimpan bara api di bawah permukaan tanah dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan proses pemadaman membutuhkan durasi yang lebih panjang dibandingkan dengan jenis kebakaran lainnya.

    Menurut Ferdian Krisnanto, Humas Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya. Kondisi cuaca juga menjadi faktor penghambat dalam operasi penanggulangan. Angin siang hingga sore yang cukup kencang berpotensi mempercepat penyebaran api ke wilayah sekitarnya.

    “Kondisi lokasi bahan bakar melimpah, angin siang hingga sore cukup kencang sehingga pemadam di beberapa lokasi harus dipercepat agar api tidak meluas,” ujarnya.

    Operasi di Wilayah Lain Riau

    Selain fokus pada penanganan kebakaran di Bengkalis, Manggala Agni juga mengalokasikan sumber daya untuk wilayah lain di Provinsi Riau. Satu regu personel dari Daops Pekanbaru ditugaskan khusus untuk mengatasi karhutla di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Luasan area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

    Petugas pemadam terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi cuaca, terutama kecepatan angin. Faktor ini sangat berpotensi mempercepat penyebaran api di kawasan gambut. Proses pendinginan dan pemadaman masih terus dilakukan di sejumlah titik guna memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

    Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau membuat upaya penanganan karhutla Bengkalis membutuhkan koordinasi lintas instansi. Baik melalui pemadaman darat maupun dukungan operasi udara, Manggala Agni terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

  • TNI Evakuasi Bangkai Pesawat AMA yang Dibakar OPM di Yahukimo

    TNI Evakuasi Bangkai Pesawat AMA yang Dibakar OPM di Yahukimo

    Operasi TNI Evakuasi Bangkai Pesawat AMA di Yahukimo Tuntas, Landasan Balinggama Siap Beroperasi Kembali

    Amalzakat.com – Proses TNI Evakuasi Bangkai Pesawat AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan telah resmi diselesaikan. Kegiatan besar ini berlangsung pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, dan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto. Pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA tersebut sebelumnya dibakar oleh kelompok TPNPB-OPM pada 2 Juli 2026, sekaligus menewaskan pilotnya, Captain Nicholas F Gosselin.

    Operasi evakuasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur militer, masyarakat lokal, tokoh adat, dan tokoh agama setempat. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan seluruh badan pesawat beserta puing-puing yang masih tersebar di landasan pesawat perintis Balinggama. Dengan selesainya proses ini, landasan diharapkan dapat segera digunakan kembali sebagai jalur transportasi vital bagi masyarakat di wilayah tersebut.

    Strategi Pemulihan Layanan Transportasi dan Publik

    Menurut Letjen Lucky Avianto, percepatan evakuasi dilakukan dengan tujuan strategis untuk memulihkan fungsi landasan Balinggama. Landasan tersebut diharapkan dapat segera berfungsi normal sebagai jalur transportasi yang menghubungkan berbagai kebutuhan masyarakat. Selain itu, operasional penerbangan perintis juga diharapkan dapat segera pulih. Pemulihan ini akan mendukung distribusi logistik, pelayanan sosial, aktivitas ekonomi, serta pelayanan keagamaan di wilayah Papua Pegunungan.

    Hari ini, saya didampingi Kas Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto dan para pejabat utama Kogabwilhan III turun langsung mengevakuasi puing-puing pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA yang dibakar dan pilotnya dibunuh oleh TPNPB-OPM pada 2 Juli 2026.

    Lucky Avianto menegaskan bahwa puing-puing pesawat tersebut menjadi bukti nyata dari serangan keji yang dilakukan oleh TPNPB-OPM. Ia menilai bahwa tindakan kelompok pemberontak tersebut telah melampaui nilai-nilai kemanusiaan dan secara signifikan mengganggu pelayanan kepada masyarakat setempat. Proses evakuasi ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk memastikan keamanan dan kenyamanan transportasi udara di wilayah Papua.

    Evakuasi Jenazah Pilot dan Pemakaman di Amerika Serikat

    Sebelumnya, Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III telah berhasil mengevakuasi jenazah Captain Nicholas F Gosselin. Jenazah almarhum telah diterbangkan ke Amerika Serikat dan dimakamkan di kampung halamannya yang terletak di wilayah Kentucky. TNI berkomitmen untuk terus mengamankan kawasan tersebut agar jalur transportasi dari dan menuju Balinggama dapat segera kembali beroperasi secara normal dan aman digunakan oleh masyarakat.

    TNI berharap, setelah proses pembersihan dan pengamanan selesai, penerbangan perintis akan kembali melayani kebutuhan masyarakat di Distrik Balinggama. Hal ini termasuk mendukung pelayanan kemanusiaan, keagamaan, dan distribusi logistik di wilayah Papua Pegunungan yang merupakan kawasan strategis. Proses evakuasi bangkai pesawat ini juga menjadi simbol pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara.

    Posisi TPNPB-OPM dalam Insiden Pesawat PT AMA

    Sebelumnya, TPNPB-OPM telah menyatakan bertanggung jawab penuh atas pembakaran pesawat PT AMA dan penembakan yang menewaskan pilot Nicholas F Gosselin. Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menjelaskan bahwa kelompoknya menembak pilot tersebut karena menilai penerbangan itu melanggar larangan terbang atau ultimatum yang mereka keluarkan untuk wilayah operasi mereka.

    TPNPB juga menuduh maskapai sipil kerap digunakan oleh otoritas keamanan Indonesia untuk mengangkut personel militer dan logistik ke wilayah pedalaman Papua. Komandan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak, menyatakan bahwa penembakan dilakukan atas perintahnya setelah kelompok tersebut menetapkan wilayahnya sebagai zona darurat perang.

    Penembakan terhadap pilot Amerika ini merupakan akibat dari kegagalan pemerintah Indonesia, dalam mengatasi akar masalah konflik di Papua, yang telah berlangsung selama 64 tahun.

    Elkius Kobak juga menambahkan bahwa konflik berkepanjangan tersebut telah menyebabkan puluhan ribu warga sipil tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi. Insiden ini menjadi salah satu contoh nyata dampak konflik yang berlangsung lama di wilayah Papua terhadap kehidupan masyarakat dan infrastruktur transportasi. Proses evakuasi bangkai pesawat oleh TNI menjadi langkah penting dalam memulihkan kondisi wilayah pasca-insiden.

  • Video Viral Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Bullying

    Video Viral Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Bullying

    Video Perundungan Siswi SD di Lampung Timur Menggemparkan Media Sosial

    Amalzakat.com – Sebuah rekaman video yang menunjukkan dugaan perundungan terhadap seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Lampung Timur telah menyebar luas di berbagai platform media sosial. Korban, yang berinisial NA, dilaporkan mengalami luka fisik serta gangguan psikologis akibat kejadian tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh kronologi peristiwa.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden ini diperkirakan terjadi di lingkungan SDN 2 Tanjung Aji yang terletak di Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Waktu kejadian diperkirakan berlangsung setelah kegiatan belajar mengajar selesai pada hari Rabu, tanggal 15 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban diduga menjadi sasaran utama perundungan dari tiga orang teman sekelasnya.

    Detail Kejadian dalam Video Viral

    Rekaman berdurasi 4 menit 4 detik tersebut menampilkan sekelompok siswi yang mengenakan seragam batik berwarna biru dengan rok merah. Mereka terlihat berada di sebuah lorong luar ruangan saat kejadian berlangsung. Dalam video tersebut, korban tampak terus disudutkan oleh beberapa anak yang bergantian melontarkan kata-kata dengan nada tinggi. Tidak hanya verbal, beberapa anak juga melakukan kontak fisik berupa dorongan dan menunjuk-nunjuk ke arah korban.

    Rekaman juga memperlihatkan beberapa anak perempuan yang mengenakan hijab hitam bergantian maju untuk memarahi korban dengan gestur yang terlihat mengintimidasi. Di tengah aksi tersebut, korban beberapa kali didorong hingga dijambak oleh teman-temannya. Pada latar belakang video, terdengar suara tawa dan celetukan dari anak-anak lain yang menyaksikan sekaligus merekam kejadian tersebut.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, dugaan perundungan ini bermula dari aksi saling mengejek antarsiswa yang kemudian berkembang menjadi tindakan fisik. Diketahui bahwa meskipun SDN 2 Tanjung Aji berada di Kecamatan Melinting, para siswa yang terlibat diketahui berdomisili di wilayah perbatasan antara Kecamatan Melinting dan Kecamatan Labuhan Maringgai.

    Kronologi dan Respons Orang Tua

    Orang tua korban, Kholifah yang berusia 40 tahun, mengaku awalnya tidak mengetahui putrinya menjadi korban dugaan perundungan karena sang anak menutupi kejadian tersebut. Ibunda korban kemudian membawa anaknya ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan medis setelah mengetahui kondisi putrinya.

    “Saya kaget dan heran liat dia (NA) pulang dengan kondisi dengan sejumlah luka lebam,” kata Kholifah, Sabtu (18/7/2026).

    Saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialami, korban mengaku terjatuh dari sepeda. “Waktu saya tanya, dia enggak mau jujur dan menutupi kejadian perundungan yang dilakukan teman-temannya,” ujarnya. Karena mempercayai penjelasan anaknya, Kholifah hanya memberikan perawatan sederhana di rumah. Baru pada keesokan harinya, Kamis (16/7/2026), ia mengetahui dugaan perundungan yang dialami putrinya setelah mendapat informasi dari tetangga.

    “Sehari setelah kejadian, saya baru tahu sebenarnya anak saya jadi korban perundungan teman sekolahnya setelah diberitahu dari tetangga,” ungkapnya.

    Kholifah kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Lampung Timur pada Jumat (17/7/2026). Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka memar dan lebam di beberapa bagian tubuh serta trauma. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai peristiwa tersebut.

    Polres Lampung Timur melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) masih melakukan penyelidikan dengan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat serta berkoordinasi dengan pihak sekolah. Kepolisian juga belum menyimpulkan penyebab pasti dugaan perundungan tersebut karena masih memeriksa para saksi dan mendalami kronologi kejadian. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh fakta sebelum menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.