DPR Dorong Percepatan Demutualisasi BEI untuk Bursa Kelas Dunia
Key Strategy – Jakarta, Beritasatu.com – Anggota DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan Key Strategy utama dalam mendorong reformasi pasar modal. Tujuan reformasi ini adalah menjadikan BEI sejajar dengan bursa-bursa internasional, seperti New York Stock Exchange (NYSE) atau London Stock Exchange (LSE), serta membangun kepercayaan investor dalam sistem keuangan Indonesia. Pernyataan Misbakhun diberikan dalam pidato utama selama acara Investor Day 2026 yang diselenggarakan oleh Investor Daily di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2026.
Langkah Strategis Demutualisasi untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor
Demutualisasi, menurut Misbakhun, adalah Key Strategy krusial dalam mengakhiri potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan bursa. Dengan menerapkan skema ini, kepemilikan BEI akan dipisahkan dari pelaku pasar, sehingga memungkinkan tata kelola yang lebih independen dan transparan. Ia menjelaskan bahwa skema demutualisasi telah diadopsi oleh hampir seluruh bursa besar dunia, termasuk NYSE dan LSE, yang membuktikan bahwa langkah ini efektif dalam meningkatkan kredibilitas pasar modal. Pemisahan kepemilikan ini, kata Misbakhun, akan menjadi titik puncak dalam transformasi BEI menjadi bursa yang setara secara global.
“Demutualisasi adalah bagian dari Key Strategy untuk membuat BEI bisa bersaing di kancah internasional. Pemisahan antara pelaku bursa dan pemilik bursa akan membuka ruang bagi pengelolaan yang lebih adil dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Misbakhun, reformasi demutualisasi juga akan memperkuat peran investor institusional lokal sebagai bagian dari Key Strategy nasional. Hal ini sejalan dengan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang membuka peluang bagi lembaga keuangan dalam mengambil bagian lebih besar dalam pengelolaan BEI. Dengan adanya investor lokal yang lebih aktif, diharapkan akan tercipta keseimbangan antara stabilitas pasar dan pertumbuhan ekonomi.
Proses dan Manfaat Demutualisasi BEI
Demutualisasi BEI melibatkan beberapa tahapan, termasuk pengesahan regulasi, pembentukan badan pengelola independen, dan transisi kepemilikan dari pihak yang memiliki pengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan. Misbakhun menekankan bahwa Key Strategy ini akan meningkatkan efisiensi operasional serta memastikan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip pasar, bukan kepentingan pribadi. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak investor asing yang sebelumnya ragu karena adanya konflik kepentingan dalam sistem yang masih berbentuk mutual.
“Dengan Key Strategy demutualisasi, BEI bisa menjadi bursa yang lebih profesional dan kompetitif. Transisi ini tidak hanya tentang struktur, tetapi juga tentang perubahan mindset dalam mengelola pasar modal,” tambahnya.
Pengelolaan BEI yang lebih independen akan memungkinkan bursa tersebut mengikuti standar internasional, seperti prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Misbakhun menyebutkan bahwa tata kelola yang transparan ini penting untuk menarik investasi langsung dan menumbuhkan ekosistem keuangan yang sehat. Selain itu, demutualisasi dianggap sebagai Key Strategy dalam meningkatkan daya saing Indonesia di pasar keuangan global, terutama dalam menghadapi persaingan dari bursa-bursa lain di Asia Tenggara.
Komitmen DPR untuk Mewujudkan Demutualisasi BEI
Persiapan demutualisasi BEI telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir melalui berbagai regulasi dan kerja sama dengan pihak terkait. DPR berkomitmen untuk mempercepat proses ini, dengan menyiapkan kerangka hukum yang mendukung transformasi bursa tersebut. Selain Misbakhun, anggota DPR lainnya juga menyatakan dukungan mereka terhadap Key Strategy demutualisasi sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.
“Kami yakin bahwa Key Strategy demutualisasi akan menghasilkan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Ini bukan hanya langkah strategis, tetapi juga langkah mengubah paradigma bursa efek,” kata anggota DPR lainnya.
DPR menilai bahwa demutualisasi BEI juga menjadi Key Strategy untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pasar modal. Dengan struktur yang lebih independen, investor akan merasa lebih nyaman berpartisipasi dalam pasar, karena semua keputusan menjadi lebih objektif dan berbasis data. Selain itu, transformasi ini diharapkan mampu menurunkan risiko sistemik dan memastikan perlindungan hak investor, terutama dalam situasi krisis ekonomi.
Key Strategy demutualisasi BEI tidak hanya menjadi fokus DPR, tetapi juga mendapat perhatian dari otoritas keuangan nasional. Dalam rangka menghadapi dinamika pasar keuangan global, reformasi ini dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat ekosistem keuangan Indonesia. Dengan menyelesaikan proses demutualisasi, BEI bisa menjadi bursa yang lebih mampu menghadapi tantangan, baik dalam hal regulasi maupun inovasi pasar.
