Ekonomi

Meeting Results: Driver Gojek Bisa Ajukan KPR Subsidi DP 0 Persen

Driver Gojek Bisa Ajukan KPR Subsidi DP 0 Persen Kebijakan Baru untuk Pekerja Sektor Informal Meeting Results - Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah

Desk Ekonomi
Published Juli 3, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Driver Gojek Bisa Ajukan KPR Subsidi DP 0 Persen

Kebijakan Baru untuk Pekerja Sektor Informal

Meeting Results – Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menghadirkan solusi perumahan bagi para pengemudi Gojek melalui program KPR Sejahtera FLPP yang menawarkan DP 0%. Kebijakan ini diluncurkan sebagai upaya memberdayakan pekerja sektor informal, khususnya mitra pengemudi ojek online, yang memiliki penghasilan tetapi belum memiliki rumah. Kolaborasi antara BP Tapera dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi kunci dalam menyediakan akses pembiayaan perumahan yang lebih mudah bagi kelompok ini.

“Melalui kerja sama ini, mitra pengemudi Gojek yang memenuhi kriteria sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memperoleh KPR dengan DP 0%,” kata Sid Herdi Kusuma, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, yang diwartakan oleh Antara pada Jumat (3/7/2026).

Program ini dirancang untuk memudahkan mitra pengemudi Gojek dalam memiliki rumah pertama dengan beban lebih kecil. Sid Herdi menjelaskan bahwa skema KPR Sejahtera FLPP memberikan kesempatan kepada mereka yang memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan finansial tanpa perlu mengeluarkan dana muka. “Kebijakan ini mengubah paradigma akses perumahan bagi kalangan informal,” tambahnya.

Penyesuaian Kebijakan Pembiayaan

Kerja sama yang berlangsung hingga 2027 tersebut diharapkan dapat mencakup lebih banyak mitra pengemudi Gojek di berbagai wilayah. Sid Herdi menegaskan bahwa program ini memperluas manfaat KPR subsidi untuk masyarakat luas, termasuk mereka yang selama ini kesulitan memperoleh fasilitas pembiayaan perumahan formal.

Kebijakan pemerintah di bidang jasa keuangan juga menjadi pendukung utama. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian sistem SLIK, yang memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman perumahan. Hal ini sejalan dengan Program Tiga Juta Rumah yang menjadi prioritas nasional, dengan tujuan mendorong akses perumahan yang merata.

Dalam program FLPP, mitra pengemudi Gojek yang lolos verifikasi dapat mengajukan KPR subsidi tanpa harus menyediakan uang muka. “Proses kepemilikan rumah menjadi lebih sederhana, karena dana muka tidak lagi menjadi hambatan,” jelas Sid Herdi. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan kualitas hidup mitra pengemudi dengan memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang layak.

Capaian Program FLPP hingga Juli 2026

Sid Herdi menyampaikan bahwa hingga 2 Juli 2026, BP Tapera telah menyalurkan FLPP untuk 93.339 unit rumah dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp 11,6 triliun. Capaian ini menunjukkan keberhasilan program dalam menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Dari jumlah tersebut, 61.126 unit atau sekitar 65,49% diterima oleh pekerja swasta. Angka ini diikuti oleh pekerja wiraswasta sebanyak 15.890 unit (17,02%), pegawai negeri sipil (PNS) 7.643 unit (8,19%), serta prajurit TNI dan anggota Polri 1.394 unit (1,49%).

Kebijakan FLPP memperlihatkan kemampuan program untuk menjangkau kelompok yang biasanya terabaikan. Sid Herdi menyoroti bahwa pelaku usaha sektor informal, seperti pengemudi ojek, kini bisa mengakses bantuan perumahan melalui mekanisme yang lebih terbuka. “Ini menunjukkan bahwa kebijakan perumahan pemerintah semakin inklusif,” kata dia.

Manfaat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kebijakan DP 0% memberikan keuntungan signifikan bagi mitra pengemudi Gojek yang memenuhi persyaratan. Proses pengajuan KPR Subsidi FLPP menjadi lebih cepat, karena tidak lagi memerlukan dana muka. “Program ini memberikan kebebasan finansial yang lebih besar, sehingga mitra bisa fokus pada pengembangan usaha dan kualitas hidup,” ujarnya.

FLPP juga menjadi alat pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor perumahan. Dengan melibatkan mitra pengemudi Gojek, program ini tidak hanya mendukung kebutuhan perumahan, tetapi juga mengembangkan akses ke pasar keuangan yang lebih luas. Sid Herdi menjelaskan bahwa inisiatif ini memberikan ruang bagi masyarakat informal untuk membangun kemampuan ekonomi mereka.

Pelaku Usaha dan Jumlah Penerima Manfaat

Dari total 93.339 unit rumah yang telah disalurkan, pekerja swasta menjadi kelompok dengan penerima manfaat terbanyak. Namun, penyesuaian sistem SLIK oleh OJK membantu memperluas peluang bagi masyarakat lain. “Kebijakan ini mengakomodir kebutuhan berbagai kalangan, termasuk kelompok yang selama ini kurang mendapat perhatian,” tambah Sid Herdi.

Program FLPP juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama. Dengan DP 0%, mereka tidak lagi harus mengumpulkan dana besar di awal, sehingga lebih mudah menyesuaikan anggaran. Sid Herdi menekankan bahwa ini adalah bentuk kebijakan yang berpihak pada pekerja informal, yang kerap menghadapi tantangan akses ke perumahan formal.

Dalam konteks ekonomi nasional, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan sektor perumahan. Dengan melibatkan perusahaan seperti GoTo, pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperluas jaring pengamanan sosial melalui kebijakan pembiayaan perumahan. “Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Kebijakan Lain yang Mendukung

Sid Herdi menyebutkan bahwa kebijakan pembiayaan perumahan bukan hanya bagian dari FLPP, tetapi juga dipadukan dengan berbagai program lain. Dalam hal ini, penyesuaian SLIK oleh OJK sangat berperan. “Perubahan ini membuka peluang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, termasuk mitra pengemudi Gojek,” jelasnya.

Program Tiga Juta Rumah juga menjadi bagian dari strateg

Leave a Comment