Ekonomi

New Policy: Cegah Pemadaman Massal Kembali Terjadi, DEN Minta PLN Diaudit

madaman Massal Kembali Terjadi, DEN Minta PLN Diaudit New Policy - Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia kembali memicu

Desk Ekonomi
Published Juni 28, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Cegah Pemadaman Massal Kembali Terjadi, DEN Minta PLN Diaudit

New Policy – Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia kembali memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan energi nasional. Dalam upaya mencegah kejadian serupa di masa depan, Dewan Energi Nasional (DEN) mengusulkan dilakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur dan tata kelola sistem kelistrikan. Langkah ini dianggap penting setelah beberapa kali gangguan energi besar terjadi, termasuk di Pulau Sumatera dan Jakarta, yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga serta operasional usaha.

Audit Sebagai Upaya Evaluasi Sistem

Audit yang dimaksud, menurut Satya Widya Yudha, anggota DEN, bertujuan mengungkap akar masalah yang menyebabkan ketidakstabilan pasokan listrik. “Pemadaman listrik berkala yang terjadi pada 2026 adalah indikasi adanya risiko sistemik yang belum diperbaiki,” jelas Satya dalam wawancara daring bersama Beritasatu.com, Minggu (28/6/2026). Ia menekankan bahwa peristiwa serupa pada 2022 juga mengungkap kelemahan dalam manajemen energi nasional.

“Kita perlu memanfaatkan momentum ini untuk mengevaluasi kesiapan kita dalam menjaga keandalan energi. Maka, mengapa DEN meminta audit menyeluruh,” kata Satya.

Penelitian mendalam akan mencakup pemeriksaan terhadap faktor-faktor teknis, seperti pemeliharaan pembangkit yang telah berusia lama, keandalan jaringan transmisi, dan stabilitas pasokan energi primer. DEN menilai keberhasilan pencegahan pemadaman massal bergantung pada identifikasi masalah-masalah kritis dalam sistem kelistrikan. “Audit ini bukan sekadar evaluasi, tapi juga langkah untuk mengarahkan perbaikan berkelanjutan,” tambahnya.

PLN Berupaya Memulihkan Pasokan Listrik

PT PLN (Persero) menyampaikan permintaan maaf atas gangguan sistem kelistrikan yang memicu pemadaman massal di Pulau Jawa. Sejumlah wilayah mengalami kegelapan, menyebabkan gangguan pada layanan publik dan kegiatan usaha. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa seluruh tim telah bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik. Pemulihan dilakukan secara bertahap agar sistem kembali normal.

PLN juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mempercepat penanganan masalah. Kementerian ini disebut turut membantu koordinasi antarinstansi serta memastikan kebijakan yang mendukung stabilitas energi. Meski demikian, Satya Widya Yudha mengingatkan bahwa audit DEN harus menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi kebijakan dan praktik operasional PLN secara lebih komprehensif.

Temuan Utama dari Pemadaman Listrik Massal

Menurut Satya, kejadian pemadaman listrik tahun ini mengulangi masalah yang sama seperti 2022. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya kelemahan dalam keandalan jaringan transmisi serta ketersediaan cadangan energi. “Sistem kelistrikan kita masih rentan, terutama di daerah dengan kapasitas terbatas,” ujarnya. Pemadaman massal di Jakarta dan Sumatera menurutnya menjadi bukti bahwa tingkat kesiapan sistem tidak memadai.

Den menyoroti perlunya peningkatan investasi dalam infrastruktur listrik, terutama di daerah-daerah yang rawan gangguan. Di sisi lain, DEN juga meminta PLN melakukan evaluasi terhadap kinerja tim operasional, termasuk efektivitas respons dalam mengatasi kejadian tidak terduga. “Masalah tidak hanya terletak pada perangkat teknis, tetapi juga pada kesiapan human capital di PLN,” tambahnya.

Kesiapan Masyarakat dan Langkah Mitigasi

Satya menekankan bahwa keandalan energi nasional bukan hanya tanggung jawab PLN, tetapi juga perlu didukung oleh masyarakat. Ia mendorong warga untuk bersikap proaktif dalam mengurangi penggunaan energi saat terjadi gangguan. Selain itu, Den menyarankan pemerintah menyusun rencana darurat energi agar dapat menghadapi skenario pemadaman besar di masa depan. “Kita harus membangun sistem yang mampu menghadapi tantangan krisis,” imbuhnya.

Di samping itu, DEN mengingatkan bahwa audit ini perlu mencakup studi tentang ketersediaan sumber daya energi primer, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Kebutuhan energi yang semakin meningkat, kombinasi dengan perubahan iklim, serta kenaikan permintaan industri diharapkan bisa dijadikan pertimbangan dalam perencanaan infrastruktur listrik. “PLN harus menjadi mitra yang tangguh dalam menjamin ketersediaan energi nasional,” ujarnya.

Praktik Pemeliharaan dan Kebutuhan Modernisasi

Satya menyebutkan bahwa keandalan jaringan listrik juga bergantung pada rutinitas pemeliharaan perangkat kritis. Ia menyoroti bahwa pembangkit yang berusia puluhan tahun masih banyak beroperasi tanpa adanya penggantian yang terencana. “Kita perlu memastikan bahwa sistem tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk kebutuhan di masa depan,” katanya.

Den menyarankan pemerintah dan PLN melibatkan para ahli dalam proses audit, termasuk insinyur, ekonom energi, dan spesialis keandalan sistem. Rekomendasi dari audit ini diharapkan bisa menjadi dasar untuk peningkatan kinerja PLN, serta kebijakan yang lebih efektif dalam mengelola energi. “Tujuan utama adalah mencegah pemadaman massal menjadi siklus tahunan yang merugikan rakyat,” tutupnya.

Dalam konteks keberlanjutan, DEN juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya energi terbarukan. Ketersediaan energi dari solar, angin, dan hidro bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Namun, hal ini memerlukan investasi jangka panjang dan kebijakan yang konsisten. Pemadaman listrik tahun ini menjadi pelajaran bahwa pengembangan energi hijau tidak bisa diabaikan.

Kebutuhan Kolaborasi dan Pemantauan Terus-Menerus

Menurut Satya, audit menyeluruh harus menjadi awal dari komitmen kolektif untuk meningkatkan kualitas layanan energi. Ia mengingatkan bahwa semua pihak, termasuk masyarakat, harus terlibat dalam mengawasi kinerja PLN. “Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi mengenai perbaikan jaringan listrik,” katanya. Pemantauan ini, diharapkan, bisa menjadi sarana untuk mempercepat penyelesaian masalah.

DEN menegaskan bahwa pencegahan pemadaman massal adalah prioritas utama. Dengan adanya audit menyeluruh, diharapkan bisa ditemukan solusi yang berkelanjutan, baik dalam hal perawatan infrastruktur maupun pengelolaan sumber daya energi. “Energi yang andal adalah aset penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” imbuh Satya.

Sementara itu, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Perusahaan tersebut menyatakan telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kinerja, termasuk peningkatan kapasitas jaringan dan penguatan sistem pemantauan. Namun, Satya Widya Yudha menekankan bahwa ini hanyalah awal dari perbaikan yang lebih luas.

Dengan adanya audit, DEN berharap dapat menemukan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga mengantisipasi risiko di masa depan. Pemadaman listrik massal bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga mengganggu percepatan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, keandalan sistem energi harus dijaga dengan baik, agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan pemadaman,

Leave a Comment