Ekonomi

New Policy: Pertamina Rampungkan Penataan 31 Anak Usaha untuk Perkuat Bisnis Inti

haan Anak untuk Perkuat Bisnis Utama New Policy - Jakarta, Beritasatu.com — PT Pertamina (Persero) menyelesaikan transformasi organisasi terhadap 31

Desk Ekonomi
Published Juli 5, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pertamina Selesaikan Penataan 31 Perusahaan Anak untuk Perkuat Bisnis Utama

New Policy – Jakarta, Beritasatu.com — PT Pertamina (Persero) menyelesaikan transformasi organisasi terhadap 31 perusahaan anaknya pada semester pertama tahun 2026. Proses ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menguatkan bisnis inti, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengungkapkan bahwa penataan anak usaha selaras dengan upaya transformasi berkelanjutan yang sedang dijalani Pertamina, sekaligus mendukung visi pemerintah dan arah strategis Danantara.

Prioritas Strategis untuk Ketenagakerjaan Energi Nasional

Agung menegaskan bahwa program penataan ini merupakan prioritas strategis Pertamina. Tujuan utamanya adalah memperkuat stabilitas pasokan energi nasional, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. “Dengan fokus pada bisnis inti, Pertamina berupaya membangun kompetitivitas yang lebih tinggi, serta menciptakan nilai perusahaan yang berkelanjutan,” jelasnya, dikutip dari Antara, Minggu (5/7/2026).

“Penataan ini bukan hanya sekadar perubahan struktur, tapi juga bagian dari transformasi menyeluruh yang menekankan kinerja dan daya tahan perusahaan di tengah dinamika pasar global,” ujar Agung.

Dalam rincian lebih lanjut, penataan dilakukan melalui beberapa langkah, termasuk merger antar entitas, divestasi bisnis yang tidak relevan, hingga likuidasi perusahaan-perusahaan hulu migas yang sudah tidak aktif. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya operasional, serta mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat manajemen. Agung menambahkan bahwa meskipun perusahaan hulu migas dormant (tidak aktif) sebelumnya tidak mengeluarkan dana untuk kegiatan operasional atau gaji direksi, langkah likuidasi tetap dilakukan sebagai upaya merapikan bentuk organisasi Pertamina Group.

Keterlibatan Pihak Terkait dalam Proses Transisi

Agung juga menekankan bahwa program penataan bukan hanya berupa tindakan korporasi, tetapi mencakup perubahan komprehensif dalam operasional dan kinerja. Selain itu, perusahaan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti lembaga hukum, auditor independen, Danantara, BP BUMN, serta organisasi internal seperti serikat pekerja. “Koordinasi ini memastikan setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang kuat, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan bisnis,” tambahnya.

Menurut Agung, reorganisasi tersebut bertujuan memperbaiki keefektifan manajemen perusahaan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memastikan Pertamina tetap menjadi pelaku utama dalam sektor energi. “Dengan fokus pada bisnis inti, kita bisa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi nasional,” paparnya. Proses penataan juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri migas secara lebih berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga minyak dan kompetisi dari perusahaan asing.

Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa seluruh proses penataan anak usaha dilakukan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Kami memastikan setiap keputusan yang diambil didasarkan pada manajemen risiko yang cakap serta mengikuti aturan hukum yang berlaku,” katanya. Menurut Baron, tata kelola yang solid menjadi kunci sukses dalam transformasi ini.

“Selain itu, kami mengintegrasikan pandangan dari berbagai pihak, termasuk pengamat ekonomi dan pihak yang berkepentingan, agar hasilnya benar-benar berdampak positif pada operasional dan reputasi Pertamina,” imbuhnya.

Baron menekankan bahwa perusahaan tetap menjaga komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. “Setiap langkah yang diambil dilakukan dengan peninjauan yang menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun sosial,” tambahnya. Proses ini juga melibatkan tim internal dan eksternal untuk memastikan konsistensi dalam menjalankan kebijakan strategis. Dengan tata kelola yang baik, Pertamina berharap bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor.

Efisiensi dan Daya Saing sebagai Fokus Utama

Pertamina menargetkan bahwa penataan anak usaha akan memperkuat daya saing perusahaan dalam pasar global. Dengan menghilangkan entitas yang tidak relevan, perusahaan bisa mengalokasikan sumber daya ke sektor-sektor yang lebih strategis, seperti produksi minyak bumi, pertaminaan, dan energi terbarukan. “Kami ingin Pertamina tetap menjadi pionir dalam sektor energi, khususnya di tengah transisi menuju ekonomi hijau,” ujarnya.

Sebagai contoh, beberapa perusahaan anak yang dinyatakan tidak aktif, seperti entitas hulu migas tertentu, dihapus melalui likuidasi. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi beban operasional dan meningkatkan konsentrasi pada bisnis inti. Dalam prosesnya, Pertamina juga melakukan evaluasi terhadap kinerja anak usaha, termasuk memeriksa keefektifan operasional dan kontribusi terhadap laba perusahaan. “Hasilnya, kita bisa menemukan perusahaan yang paling relevan dan berkontribusi signifikan,” katanya.

Langkah Konsisten dengan Kebijakan Pemerintah

Transformasi Pertamina ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong efisiensi sektor publik. Selain itu, program ini juga memperkuat arah strategis Danantara, y

Leave a Comment