Ekonomi

Special Plan: Lippo Malls Dorong ESG lewat PLTS Atap di Sun Plaza Medan

Medan Special Plan - Kota Medan, Beritasatu.com – Lippo Malls Indonesia (LMI) terus mengambil langkah konkret untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan

Desk Ekonomi
Published Juni 29, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Lippo Malls Dorong ESG lewat PLTS Atap di Sun Plaza Medan

Special Plan – Kota Medan, Beritasatu.com – Lippo Malls Indonesia (LMI) terus mengambil langkah konkret untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di seluruh jaringan pusat perbelanjaannya. Terkini, perusahaan resmi meluncurkan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Sun Plaza Medan, yang kini menjadi mall kelima dalam portofolio LMI yang menerapkan teknologi energi hijau. Proyek ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong keberlanjutan (ESG) dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Investasi Ekuivalen Rp 11,6 Miliar untuk Pengembangan PLTS Atap

Dalam tahun 2026, LMI mengalokasikan dana sekitar Rp 11,6 miliar untuk pembangunan PLTS Atap di dua lokasi strategis, yaitu Sun Plaza Medan dan Lippo Plaza Kendari. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi non-terbarukan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis jangka panjang. Proyek PLTS Atap di Sun Plaza Medan, khususnya, diperkirakan dapat menghasilkan energi sebanyak 810 megawatthour (MWh) per tahun, yang setara dengan 2,5% dari kebutuhan listrik total mall tersebut.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa penggunaan PLTS Atap akan memberikan penghematan biaya energi sekitar Rp 130 juta per tahun. Selain itu, kontribusi lingkungan dari proyek ini cukup signifikan, dengan proyeksi pengurangan emisi karbon hingga 640 hingga 729 ton CO₂ setiap tahun. Angka tersebut bisa dianggap sebagai kemampuan penyerapan karbon dari 29.000 hingga 33.000 pohon, yang memberikan gambaran jelas tentang dampak positif dari inisiatif ini terhadap lingkungan.

Implementasi Teknologi ESG dalam Operasional Bisnis

Chief Marketing Officer LMI, Santiwati Basuki, menjelaskan bahwa penggunaan PLTS Atap merupakan wujud nyata dari upaya perusahaan untuk mengintegrasikan prinsip ESG (environmental, social, and governance) ke dalam setiap aspek operasional. “Komitmen kami dalam mengadopsi energi terbarukan bukan sekadar untuk memenuhi standar lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (29/6/2026).

“Penggunaan solar panel di Sun Plaza dan Lippo Plaza Kendari selama tahun ini menunjukkan komitmen nyata Lippo Malls Indonesia dalam menerapkan ESG. Kami melihat keberlanjutan sebagai investasi strategis yang memperkuat efisiensi operasional, daya saing aset, serta kepercayaan pelanggan dan mitra usaha,” ujarnya.

Dengan PLTS Atap yang sudah dioperasikan, LMI kini memiliki lima mall yang menggunakan energi bersih. Keempat lokasi sebelumnya adalah Lippo Mall Cikarang, Lippo Plaza Kramat Jati, Lippo Plaza Batu, dan Lippo Plaza Kendari. Implementasi ini juga menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar aspek lingkungan, tetapi menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kinerja bisnis.

Langkah Strategis untuk Transisi Energi Hijau

Menurut Santiwati, keberlanjutan menjadi salah satu pilar utama dalam roadmap bisnis LMI. “Kami terus mengevaluasi peluang penerapan teknologi energi terbarukan di berbagai aset yang dikelola, termasuk mall-mall di seluruh Indonesia,” katanya. Proyek PLTS Atap di Sun Plaza, sebagai bagian dari upaya ini, diperkirakan akan menjadi fondasi untuk mencapai target pengurangan emisi karbon secara bertahap.

Dalam jangka panjang, LMI berharap dapat memperluas pemanfaatan energi bersih hingga ke berbagai aset properti lainnya. Dengan beroperasinya PLTS Atap di Sun Plaza, kota Medan diprediksi akan semakin menjadi pusat percontohan pengembangan konsep bangunan berkelanjutan. Sebelumnya, Lippo Group juga telah menerapkan energi surya di Aryaduta Medan, sehingga menguatkan keseragaman keberlanjutan di sektor properti.

Komitmen Konsisten dalam Pemanfaatan Energi Terbarukan

Investasi PLTS Atap di Lippo Plaza Kendari mencapai nilai sekitar Rp 5,2 miliar, yang merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan LMI. Dengan total dana yang dialokasikan hingga Rp 11,6 miliar, perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi energi di seluruh jaringan mall-mallnya. Selain mengurangi biaya operasional, proyek ini juga mendukung transisi ke sistem energi yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Dalam konteks nasional, langkah LMI berpotensi mempercepat pencapaian target pengurangan emisi karbon Indonesia. Penggunaan PLTS Atap di Sun Plaza Medan menjadi bukti bahwa perusahaan-perusahaan besar bisa berkontribusi signifikan terhadap ekosistem lingkungan. Implementasi teknologi ini juga diperkirakan meningkatkan kepercayaan publik terhadap LMI sebagai penyelenggara bisnis yang peduli terhadap keberlanjutan.

Manfaat Ekonomis dan Sosial dari Inisiatif ESG

Menurut laporan LMI, keberlanjutan tidak hanya mendorong peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis yang jelas. Penghematan biaya energi hingga Rp 130 juta per tahun bisa dianggap sebagai salah satu bukti efektivitas proyek ini. Selain itu, keberadaan PLTS Atap di Sun Plaza dan lokasi lainnya memperkuat posisi LMI sebagai penggerak inovasi dalam bidang energi hijau.

Proyek ini juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengikuti konsep ESG. Misalnya, penggunaan energi terbarukan di mall-mall LMI bisa menginspirasi pengembangan proyek serupa di sektor properti lainnya. Dengan begitu, transisi ke keberlanjutan tidak hanya menjadi agenda perusahaan, tetapi juga menjadi tren yang bisa diadopsi oleh berbagai pelaku industri.

Tujuan Jangka Panjang untuk Masa Depan Indonesia

Program PLTS Atap di Sun Plaza Medan tidak hanya mengutamakan aspek lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan kepedulian sosial dan penguatan pengelolaan bisnis. Dengan menerapkan ESG, LMI berharap menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, investor, dan masyarakat secara bersamaan. “Tujuan utama kami adalah membentuk ekosistem bisnis yang sehat, berkelanjutan, dan berkontribusi pada pembangunan yang lebih ramah lingkungan,” jelas Santiwati.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunk

Leave a Comment