Nusantara

Latest Program: Hipotermia, Pendaki Asal Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun

Hipotermia, Pendaki Asal Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun Kondisi Darurat di Bukit Savana Dandaun Latest Program - Lombok Timur

Desk Nusantara
Published Juli 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Hipotermia, Pendaki Asal Lombok Timur Tewas di Bukit Savana Dandaun

Kondisi Darurat di Bukit Savana Dandaun

Latest Program – Lombok Timur, Beritasatu.com—Seorang pendaki yang berasal dari Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, meninggal dunia setelah mengalami hipotermia saat mendaki di kawasan Bukit Savana Dandaun, Sembalun, pada hari Minggu (5/7/2026). Kejadian tersebut menggemparkan masyarakat setempat, karena korban berhasil ditemukan oleh tim pencari sandera gabungan setelah operasi penyelamatan yang berlangsung sejak Sabtu (4/7/2026) malam. Korban dikenal bernama Hamzanwadi, yang berusia 38 tahun. Berdasarkan laporan, hipotermia dialami pendaki tersebut saat berada di jalur pendakian Bukit Savana Dandaun.

Menurut informasi yang diterima Kantor SAR Mataram pada pukul 22.37 Wita, kondisi darurat ini memicu upaya evakuasi yang dilakukan dengan cepat. Tim SAR Pos Kayangan diterjunkan ke lokasi, dilengkapi peralatan pendakian, alat medis, serta perlengkapan pendukung lainnya. Medan yang cukup berbatu dan curam memperumit proses evakuasi, karena jalur ke lokasi korban tidak dapat diakses oleh kendaraan umum. Koordinator lapangan Operasi SAR, I Wayan Bagiarta, mengatakan bahwa kejadian ini mengancam keselamatan pendaki. “Seorang pendaki mengalami hipotermia di Bukit Dandaun, Sembalun, dan kondisi membutuhkan intervensi segera,” tambah Bagiarta.

“Telah terjadi kondisi membahayakan manusia. Satu orang pendaki mengalami hipotermia di Bukit Dandaun, Sembalun,” ujar Bagiarta.

Proses Evakuasi yang Berlangsung Berat

Operasi penyelamatan dimulai sejak malam hari Sabtu, dengan upaya menemukan korban yang berada di ketinggian. Menurut Bagiarta, medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati. “Setelah beberapa jam mencari dan menangani, korban akhirnya ditemukan pada hari Minggu siang,” terangnya. Waktu pencarian terjadi pada pukul 12.50 Wita, ketika tim SAR gabungan berhasil menemui korban di jalur yang sempit.

Korban ditemukan dalam kondisi kritis, dengan suhu tubuh yang sangat rendah. Meski tim SAR segera melakukan penanganan medis, nyawa pendaki tersebut tidak tertolong. “Kondisi korban meninggal dunia saat proses evakuasi dilakukan,” imbuh Bagiarta. Selama operasi, berbagai unsur ikut terlibat, seperti TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi ini sangat penting, karena akses ke lokasi kejadian hanya bisa dilalui dengan kaki dan peralatan yang memadai.

Kerja Sama dan Langkah Penyelamatan

Sebagai bagian dari upaya penyelamatan, Kantor SAR Mataram mengirimkan tim rescue ke Bukit Savana Dandaun. Peralatan yang dibawa mencakup alat pendakian, alat bantu medis, dan perlengkapan lainnya untuk memastikan keselamatan korban. “Kerja sama dari berbagai pihak sangat berperan dalam menemukan dan menolong korban,” jelas Bagiarta. Ia menambahkan bahwa kejadian ini memperlihatkan pentingnya kesiapan dan respons cepat dari institusi seperti SAR dan BPBD.

“Unsur yang terlibat di antaranya Pos SAR Kayangan, SAR Unit Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, TNI, Polri, EMAC, Damkar Lombok Timur, masyarakat setempat, serta pengelola wisata. Evakuasi berhasil dan operasi kami nyatakan ditutup,” kata Bagiarta.

Lokasi kejadian terletak di kawasan perbukitan yang dikenal memiliki suhu dingin dan cuaca yang tidak menentu. Faktor cuaca memainkan peran penting dalam memperparah kondisi korban. Hamzanwadi ditemukan dalam keadaan lemas, dengan kelelahan dan kehilangan panas tubuh akibat ekspresi pendakian yang berlangsung lama. Walaupun evakuasi dilakukan dengan cepat, upaya menyelamatkan korban tidak berhasil. Ini menjadi pembelajaran bagi para pendaki yang berencana melakukan aktivitas serupa di lokasi tersebut.

Proses evakuasi mengambil waktu sekitar 10 jam, karena medan yang terjal membutuhkan perjalanan berulang kali. Tim SAR menghadapi tantangan ekstrem, termasuk kelelahan dan cuaca yang tidak mendukung. Namun, ketekunan mereka akhirnya membuahkan hasil. “Kami melakukan pencarian di bawah kondisi yang cukup berat, tapi semua berjalan lancar berkat koordinasi yang baik,” kata Bagiarta. Upaya penyelamatan ini juga menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam menjaga keselamatan wisatawan di area pegunungan.

Kawasan Wisata yang Perlu Perhatian

Kawasan Bukit Savana Dandaun terkenal sebagai tujuan wisata alam yang menarik, tetapi juga berpotensi berbahaya jika tidak diperhatikan. Sembalun, sebagai daerah yang terletak di Lombok Timur, memiliki jalur pendakian yang sering kali mengakibatkan risiko bagi pendaki yang kurang siap. Hamzanwadi mengalami kelelahan berat setelah mendaki sepanjang hari, yang akhirnya berujung pada hipotermia.

Bagiarta menekankan bahwa setiap pendaki wajib memperhatikan persiapan sebelum berangkat. “Masyarakat perlu mengetahui risiko yang ada di area tersebut, serta membawa perlengkapan yang sesuai,” imbuhnya. Hal ini juga menjadi perhatian pengelola kawasan wisata, yang sebelumnya telah melakukan peningkatan pengawasan dan pemasangan tanda-tanda peringatan. Meski demikian, kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap pendaki.

Operasi SAR berakhir setelah korban ditemukan dan dibawa turun ke Sembalun. Tidak ada korban lain yang dilaporkan terkena dampak serupa. Namun, kejadian ini meninggalkan dampak psikologis bagi para pendaki yang mengunjungi kawasan tersebut. Pihak berwenang berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk

Leave a Comment